Tanaman Padi Petani Sambas Terancam Wereng, Pengendalian Serentak Disiapkan untuk Cegah Gagal Panen

Fahrozi PP • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:30 WIB
: Sejumlah petani melakukan penyemprotan tanaman padi yang terdampak serangan hama. (ISTIMEWA)
: Sejumlah petani melakukan penyemprotan tanaman padi yang terdampak serangan hama. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Sejumlah petani di Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, menghadapi serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi. Untuk mencegah kerusakan meluas, petani bersama kelompok tani (Poktan), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Sambas melakukan pengendalian secara gotong royong.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di areal persawahan Desa Serunai, Kecamatan Salatiga. Petani bersama petugas melakukan penyemprotan tanaman padi yang terdampak serangan hama wereng.

Petani Desa Serunai, Heri, mengatakan kegiatan pengendalian dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tanaman padi tetap tumbuh optimal dan hasil panen tidak terganggu.

Baca Juga: Cara Menyemai Curly Kale dan Mengatasi Hama Agar Tumbuh Sehat

“Beberapa titik sudah terlaksana untuk kegiatan pengendalian hama wereng,” kata Heri.

Menurutnya, pengendalian hama menjadi langkah penting untuk melindungi tanaman sekaligus menjaga produktivitas hasil pertanian.

“Kegiatan pengendalian ini menjadi penting karena akan membantu petani,” ujarnya.

Heri mengapresiasi respons PPL dan Koordinator POPT Kabupaten Sambas yang segera menindaklanjuti keluhan petani terkait serangan hama wereng.

Baca Juga: Pasokan BBM Terlambat, Antrean SPBU Mengular di Kayong Utara, Nelayan hingga Petani Ikut Terdampak

“Terima kasih kepada PPL dan Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Kabupaten yang telah menanggapi keluhan petani,” katanya.

Selain penyemprotan, petugas POPT juga memberikan edukasi mengenai cara pengendalian hama tanaman padi. Menurut Heri, pemahaman petani terhadap jenis hama dan penggunaan insektisida yang tepat sangat penting agar penanganan tidak keliru.

“Kami dan anggota poktan sesuai arahan ketua masing-masing mendengarkan edukasi dari petugas POPT. Sebagai petani padi, kami sekarang menghadapi berbagai macam hama dan penyakit, salah satunya wereng,” jelasnya.

Ia mengatakan, penggunaan obat pengendali hama harus dilakukan secara tepat karena kesalahan penanganan justru dapat menyebabkan populasi wereng semakin meningkat.

“Petani harus memahami insektisida yang memang khusus untuk membasmi wereng. Kalau salah dalam pengendalian, justru populasinya bisa meledak sehingga petani mengeluarkan lebih banyak biaya, tenaga, dan waktu,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, petani bersama kelompok tani akan menyusun jadwal penyemprotan secara serentak di masing-masing wilayah sawah.

Baca Juga: Cuaca Panas Melanda Sambas, Petani Padi Mulai Cemas Kekurangan Air hingga Ancaman Gagal Panen Mengintai

“Kepada ketua poktan nanti akan menginformasikan dan menyusun jadwal untuk mengadakan gerakan penyemprotan secara serentak di wilayah sawah poktannya masing-masing,” pungkas Heri. (fah)

 

Editor : Miftakhair
sawah padi petani sambas Serangan Hama