PONTIANAK POST – Kemunculan seekor buaya muara berukuran besar di kawasan Sungai Batang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, kembali menjadi perhatian masyarakat. Satwa liar tersebut dilaporkan ditemukan setelah tersangkut jaring nelayan dan videonya beredar luas di media sosial sejak diunggah pada 27 Juli 2026.
Dalam video yang diunggah akun YouTube Shorts timsingkawangmoment, buaya tersebut tampak masih hidup saat berada di daratan setelah diduga terjerat jaring nelayan pada malam sebelumnya.
Sudah Lama Terlihat di Sungai Batang
Baca Juga: 7 Hari Dicari, Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan
Menurut narasi dalam video, kemunculan buaya itu sebenarnya bukan pertama kali diketahui warga. Sekitar dua tahun lalu, satwa tersebut pernah terlihat sedang berjemur di Sungai Batang saat perekam video melintas dari Sei Batang menuju Pelabuhan Pemangkat.
Saat itu ukuran buaya disebut belum sebesar sekarang. Seiring waktu, pertumbuhannya dinilai sangat signifikan hingga kini diperkirakan memiliki ukuran yang mampu membahayakan perahu kecil apabila terjadi interaksi di sungai.
Keberadaan buaya tersebut juga disebut telah dikenal oleh sebagian masyarakat di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Hari Keenam, Tim SAR Perluas Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Karawang
Belum Ada Korban Jiwa
Meski ukurannya semakin besar, dalam video tersebut disebutkan belum ada laporan korban jiwa akibat serangan buaya terhadap manusia di kawasan itu.
Namun, warga mengaku mendengar informasi bahwa beberapa anjing penjaga kebun diduga pernah menjadi mangsa satwa tersebut. Informasi itu masih berupa cerita yang berkembang di masyarakat dan belum disertai keterangan resmi dari pihak berwenang.
Kondisi ini membuat sebagian warga mulai meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.
Warga Berharap Dievakuasi, Bukan Dibunuh
Dalam video tersebut, perekam berharap instansi yang berwenang dapat segera menangani buaya tersebut secara profesional. Harapan masyarakat bukan untuk membunuh satwa liar itu, melainkan mengevakuasi dan mengembalikannya ke habitat yang lebih aman.
Langkah tersebut dinilai penting agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa menghilangkan keberadaan satwa yang merupakan bagian dari ekosistem alam.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai proses penanganan buaya tersebut maupun lokasi pemindahannya.