PONTIANAK POST – Temuan seekor buaya muara berukuran besar di Sungai Batang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, kembali mengingatkan pentingnya upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Video yang beredar melalui akun YouTube Shorts timsingkawangmoment memperlihatkan buaya tersebut ditemukan dalam keadaan hidup setelah diduga tersangkut jaring nelayan. Ukurannya yang besar langsung menarik perhatian masyarakat.
Pertumbuhan Buaya Menjadi Perhatian
Baca Juga: Buaya Muara Raksasa Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan di Sungai Batang, Warga Minta Dievakuasi
Perekam video mengungkapkan bahwa ia pernah melihat buaya yang sama sekitar dua tahun lalu. Saat itu ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan kondisi sekarang.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan habitat Sungai Batang masih mampu mendukung kehidupan satwa predator tersebut. Namun di sisi lain, ukuran tubuh yang semakin besar juga meningkatkan potensi interaksi dengan manusia.
Apalagi sungai itu menjadi jalur transportasi sekaligus lokasi nelayan mencari ikan setiap hari.
Baca Juga: BPBD Mempawah Imbau Warga Waspada Kemunculan Buaya di Sungai Mempawah
Perlu Penanganan Profesional
Keberadaan buaya muara di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat memerlukan penanganan yang tepat. Evakuasi oleh petugas berwenang menjadi salah satu langkah yang diharapkan masyarakat agar keselamatan warga tetap terjamin.
Di sisi lain, satwa dilindungi tersebut juga perlu diperlakukan sesuai prinsip konservasi sehingga tidak menjadi korban akibat konflik dengan manusia.
Penanganan yang mengedepankan keselamatan manusia sekaligus kelestarian satwa dinilai menjadi solusi terbaik apabila buaya tersebut memang harus dipindahkan dari lokasi penemuannya.
Warga Diminta Tetap Waspada
Selama belum ada informasi resmi mengenai penanganan buaya tersebut, masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Batang diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memancing, mencari ikan, maupun menggunakan jalur sungai.
Kehadiran buaya muara di habitat alaminya merupakan bagian dari keseimbangan ekosistem. Namun, ketika mulai berdekatan dengan aktivitas manusia, langkah mitigasi yang cepat dan tepat menjadi penting untuk mencegah terjadinya konflik di kemudian hari.
Editor : Silvina