Pertalite Eceran di Sambas Tembus Rp13 Ribu per Liter, Warga Keluhkan Biaya Transportasi Kian Membengkak

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:29 WIB
ILUSTRASI BBM
ILUSTRASI BBM

PONTIANAK POST - Sejumlah warga Kabupaten Sambas mengeluhkan meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan transportasi. Kondisi tersebut terjadi setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di tingkat pengecer naik, ditambah kenaikan harga oli kendaraan.

Munzir, salah seorang warga Sambas, mengatakan dirinya harus membeli pertalite dari pengecer setelah tidak mendapatkan BBM di SPBU pada Senin (27/7).

“Niat mau isi minyak ke SPBU, tapi sudah habis. Terpaksalah membeli Rp13 ribu di pengecer,” katanya.

Baca Juga: 145 Desa di Sambas Bersiap Gelar Pilkades Serentak 2027, Jadwal Berubah Usai Aturan Baru Desa

Menurut Munzir, harga Pertalite Rp13 ribu per liter kini hampir diberlakukan oleh sebagian besar pengecer. Ia menilai harga tersebut mulai menjadi harga baru di tingkat eceran.

“Nampaknya Rp13 ribu sudah dijadikan harga baru,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ani. Ibu rumah tangga tersebut mengatakan kenaikan harga pertalite eceran turut menambah biaya aktivitas sehari-hari, seperti mengantar anak sekolah dan berbelanja ke pasar.

“Sudah semua nampaknya pengecer jual Rp13 ribu,” katanya.

Baca Juga: Gangguan Pasokan Pertalite Diduga Picu Antrean Panjang di SPBU Pontianak dan Kubu Raya, Harga Eceran Melonjak

Ani mengatakan, dalam dua hari dirinya rata-rata membutuhkan sekitar dua liter BBM untuk aktivitas rutin. Namun kebutuhan tersebut dapat meningkat apabila ada kegiatan lain yang membutuhkan kendaraan.

Selain harga BBM, Ani juga mengeluhkan kenaikan harga oli kendaraan. Menurutnya, harga oli berbagai merek kini mengalami kenaikan sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

“Sekarang ganti oli berbagai merek rata-rata naik Rp15 ribu hingga Rp20 ribu,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara pendapatan tidak mengalami perubahan bahkan cenderung menurun.

Keluhan serupa disampaikan Eri. Pada Selasa (28/7), ia mengaku kesulitan mendapatkan pertalite karena sejumlah pengecer atau pom mini tidak beroperasi akibat keterbatasan stok.

“Eceran banyak tutup, mau ke SPBU antreannya cukup panjang,” katanya. (fah)

Editor : Miftakhair
harga pertalite warga sambas harga oli