Tangaran Sambas Dapat Dua Lokus PISEW 2026, Infrastruktur Desa Jadi Harapan Ekonomi Warga

Fahrozi PP • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:14 WIB
Kegiatan pertemuan di Kecamatan Tangaran, Kamis (30/7) guna menyatukan persepsi pelaksanaan program PISEW.
Kegiatan pertemuan di Kecamatan Tangaran, Kamis (30/7) guna menyatukan persepsi pelaksanaan program PISEW.

PONTIANAK POST - Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, menerima dua lokasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun 2026. Untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kecamatan Tangaran menggelar Pertemuan Kecamatan I (PK-I) di ruang rapat Kantor Camat Tangaran, Kamis (30/7).

Dua lokus PISEW tersebut berada di Desa Arung Medang–Desa Simpang Empat serta Desa Tangaran–Desa Merpati. PK-I yang digelar kali ini diperuntukkan bagi pelaksanaan program di Desa Arung Medang dan Desa Simpang Empat.

Camat Tangaran, Dr Muriadi, mengatakan PISEW merupakan program strategis Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan perdesaan melalui pendekatan partisipasi masyarakat. Program tersebut juga menjadi instrumen untuk memperkuat perencanaan infrastruktur berbasis masyarakat.

Baca Juga: Proyek PISEW Tahap II di Kecamatan Tangaran Rampung 100 Persen

“Alhamdulillah, Tangaran tahun ini mendapatkan dua lokus, pertama di titik Desa Arung Medang dan Simpang Empat, yang Kedua, di titik Desa Tangaran dan Merpati. Tentunya kita bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat dan Wakil Rakyat di DPR RI kepada Kecamatan Tangaran sebagai sasaran program,” kata Muriadi saat memimpin pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Arung Medang Darsono, Kepala Desa Simpang Empat Karnain, Fasilitator Masyarakat Arung Medang–Simpang Empat, serta unsur terkait lainnya.

Muriadi mengingatkan seluruh pihak agar pelaksanaan PISEW mengacu pada timeline yang telah disusun dalam petunjuk teknis. Selain itu, berbagai kemungkinan, termasuk faktor cuaca, harus diperhitungkan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

“Program PISEW sebagai pembangunan berbasis masyarakat, oleh karenanya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Fasilitator Masyarakat, Pokmas KAD, dan tentunya seluruh masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, PK-I menjadi ruang bagi masyarakat Desa Arung Medang dan Desa Simpang Empat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Karena itu, setiap usulan diharapkan berbasis data, aspiratif, dan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Manggala Agni Ungkap Kunci Cegah Karhutla, Peran Masyarakat dan Swasta Dinilai Sangat Menentukan di Sambas

Perwakilan Pokja PISEW dari Bapperida Kabupaten Sambas, Dr Supriarjo, menjelaskan mekanisme pelaksanaan PISEW mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, seluruh pihak harus berkomitmen menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, kualitas pekerjaan, serta ketepatan waktu pelaksanaan.

“Dalam setiap tahapan, harus dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” katanya.

Supriarjo mengatakan Pertemuan Kecamatan I merupakan forum koordinasi awal untuk membangun kesamaan persepsi, komunikasi, dan kerja sama yang solid di antara seluruh pihak. Dengan demikian, pelaksanaan Program PISEW Tahun 2026 di Kecamatan Tangaran diharapkan berjalan lancar, tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Program PISEW bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, memperkuat ekonomi desa, dan mewujudkan Sambas yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya. (fah)

 

Editor : Miftakhair
PISEW sambas Kecamatan Tangaran 2026