Curah Hujan Rendah di Kalimantan Barat Tingkatkan Ancaman Karhutla, Warga Sambas Diminta Waspada

Fahrozi PP • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:54 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana

PONTIANAK POST – Intensitas hujan yang masih rendah berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih perlu diwaspadai, termasuk di Kabupaten Sambas.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan dasarian III periode 21–31 Juli 2026 di Kalimantan Barat secara umum berada pada kisaran 0–75 milimeter per dasarian atau kategori rendah hingga menengah.

Sementara itu, pemantauan hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut hingga 31 Juli 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar berada dalam kategori sangat pendek hingga menengah, yakni 1–20 hari. HTH terpanjang tercatat selama 33 hari di Kabupaten Kayong Utara dengan kategori sangat panjang.

bmBaca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan di Kalbar, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat

Memasuki dasarian I periode 1–10 Agustus 2026, BMKG memprediksi kondisi curah hujan masih berada pada kategori rendah dengan kisaran 0–50 milimeter per dasarian. Sifat hujan secara umum diprakirakan berada di bawah normal.

Untuk prakiraan cuaca Sabtu (1/8), wilayah Kalimantan Barat secara umum diprediksi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang tidak merata.

Atas kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena berkurangnya potensi hujan dan meningkatnya suhu udara dapat memperbesar peluang terjadinya karhutla dalam sepekan ke depan.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengajak masyarakat, perusahaan perkebunan, dan seluruh elemen terkait untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah karhutla.

Baca Juga: Tanggulangi Karhutla dengan Ikhtiar Lahir dan Batin, Ratusan Prajurit Kodam XII/Tpr Gelar Salat Istisqaf

“Berkurangnya curah hujan dan cuaca panas yang terjadi merupakan kondisi rawan potensi karhutla,” katanya.

Yakob yang juga menjabat Ketua Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Sambas mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk tetap siaga menghadapi kondisi cuaca panas dan minimnya hujan.

“BPK Sambas tetap siaga untuk melakukan reaksi cepat jika terjadi kebakaran, bukan hanya kebakaran permukiman penduduk, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan yang sifatnya situasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam penanganan karhutla pihaknya memprioritaskan kejadian yang berpotensi mengancam permukiman warga.

“Kami menitikberatkan karhutla yang mengancam pemukiman penduduk sehingga akan turun melakukan penanganan. Namun untuk karhutla di kebun atau lahan lainnya, sifatnya situasional. Jika memang diperlukan dan armada bisa diterjunkan, kami siap membantu,” katanya.(fah)

 

Editor : Hanif
Potensi Karhutla curah hujan rendah lahan kalbar sambas