PONTIANAK POST - Kabupaten Sambas menjadi salah satu dari 16 daerah yang resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) tanah untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Penandatanganan yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi langkah awal mempercepat pemerataan akses pendidikan bermutu di daerah, termasuk di wilayah perbatasan.
Baca Juga: 270 Anak Pontianak Mulai Menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat
Sambas Siapkan Lahan untuk Pembangunan SNT
Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, bersama kepala daerah dari 16 kabupaten/kota yang telah menuntaskan kesiapan lahan. Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang telah memenuhi tahapan tersebut sehingga dapat memasuki proses pembangunan.
Menurut Suharti, hibah tanah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan, bukan sekadar penyerahan aset pemerintah daerah.
"Di atas lahan yang dihibahkan ini akan dibangun pusat pendidikan yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan bermutu tingkat SMP dan SMA kepada murid SNT, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dan mendorong kemajuan sekolah-sekolah di sekitarnya. Ini merupakan wujud nyata gotong royong pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.
Selain Sambas, daerah lain yang menandatangani NPHD dan BAST antara lain Sumba Tengah, Buton Tengah, Sigi, Gayo Lues, Aceh Jaya, Dharmasraya, Tulang Bawang, Karo, Purbalingga, Tanjung Jabung Timur, Jepara, Tebo, Bangka Tengah, Tasikmalaya, dan Kota Subulussalam.
Baca Juga: Kemensos Target Bangun Sekolah Rakyat di Landak pada Oktober 2026, Syarat Administrasi Sudah Lengkap
Diharapkan Perkuat Akses Pendidikan Berkualitas di Sambas
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya berfungsi sebagai sekolah baru, tetapi juga menjadi pusat peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
SNT dirancang menjadi tempat pengembangan peserta didik sekaligus peningkatan kompetensi guru. Kehadirannya juga diharapkan memberi dampak positif bagi sekolah-sekolah di sekitarnya melalui kolaborasi dan penguatan mutu pembelajaran.
Bagi Kabupaten Sambas, pembangunan SNT diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan, terutama bagi wilayah yang masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas pendidikan.
Baca Juga: SMPN 1 Tebas Terapkan Program Bakak, Tata Lingkungan Sekaligus Bentuk Karakter Siswa
Target Nasional 500 Layanan SNT hingga 2029
Kemendikdasmen menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 kabupaten/kota pada 2026. Dari jumlah tersebut, 17 lokasi ditargetkan mulai menerima peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Program ini merupakan bagian dari target pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Setelah penandatanganan hibah tanah, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan mempercepat pematangan lahan, penyelesaian legalitas, pengurusan perizinan, hingga pembangunan sekolah melalui skema tahun jamak.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mempercepat hadirnya layanan pendidikan yang lebih merata. Bagi Kabupaten Sambas, keterlibatan dalam program ini menjadi peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas guru dan sekolah dalam menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara