PONTIANAK POST - Harga kelapa di Kabupaten Sambas masih bertahan di angka Rp2 ribu per kilogram. Petani berharap harga kembali meningkat agar pendapatan mereka tidak terus tergerus biaya operasional.
Petani kelapa di Kecamatan Jawai, Nasrullah, mengatakan harga kelapa belum mengalami kenaikan dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani harus lebih cermat menekan biaya produksi.
“Sekarang per kilogram Rp2 ribu, tak tahulah kapan naik lagi,” kata Nasrullah, Rabu (5/8).
Baca Juga: Prestasi TP PKK Sambas di HKG PKK ke-54 Kalbar, dari Inovasi Keluarga hingga Promosi Budaya Lokal
Ia mengaku memilih memanen sendiri kelapanya karena penggunaan tenaga kerja dengan sistem upah akan mengurangi keuntungan yang diperoleh.
“Panen sendiri lah, karena kalau pakai sistem upah, di harga sekarang maka keuntungan sangat kecil. Jadi mau tak mau yang biasanya mengupah orang untuk memanen, sekarang itu dilakukannya sendiri, tentu saja risikonya panen kelapa tidak bisa banyak dalam satu hari,” katanya.
Menurut Nasrullah, apabila harga kelapa tidak kunjung membaik, dirinya bersama orang tuanya berencana mengolah hasil panen menjadi kopra.
“Kalau harga tidak juga kunjung naik, kami nanti akan mengeringkan kelapa atau membuat menjadi kopra,” katanya.
Baca Juga: Limbah Kelapa Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Pasokannya Melimpah
Ia menyebutkan harga kopra saat ini sekitar Rp11 ribu per kilogram. Menurutnya, mengolah kelapa menjadi kopra dapat menjadi alternatif karena produk tersebut dapat disimpan hingga harga jual lebih baik.
“Sepertinya kalau dihitung antara jual kelapa atau kopra, tidak jauh beda. Hanya saja dijadikan kopra bisa disimpan untuk dijual saat harga naik,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, mengatakan penurunan harga kelapa dan kopra di Kabupaten Sambas dipengaruhi oleh menurunnya permintaan ekspor akibat krisis global.
“Menurunnya harga kelapa ataupun kopra di antaranya dikarenakan permintaan ekspor menurun. Ini juga menjadi salah satu dampak krisis global,” katanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas berupaya mencari investor yang dapat menampung hasil perkebunan masyarakat, termasuk komoditas kelapa.
“Kami dari Pemkab Sambas sudah mencoba mencari investor terhadap hasil perkebunan, termasuk kelapa,” katanya.(fah)
Editor : Miftakhair