PONTIANAK POST – Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana Sambas, Kalimantan Barat, pada 1919. Rekaman tersebut menampilkan kehidupan masyarakat, kemegahan Kesultanan Sambas, hingga penyambutan Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat berkunjung ke wilayah tersebut.
Video yang dibagikan akun TikTok @sukarno060601 itu menggambarkan kondisi Sambas lebih dari satu abad lalu. Sungai menjadi bagian penting kehidupan masyarakat, dengan perkampungan dan rumah-rumah yang sebagian berdiri di atas rakit terapung.
Rekaman tersebut juga memperlihatkan aktivitas masyarakat di tepian Sungai Sambas. Perahu hilir mudik membawa manusia dan barang dagangan, menunjukkan sungai sebagai salah satu urat nadi kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat kala itu.
Baca Juga: Mengungkap Asal Nama Sambas, Dari Legenda Kerajaan hingga Menjadi Pusat Penyebaran Islam di Kalbar
Gubernur Jenderal Disambut Meriah Masyarakat Sambas
Kunjungan Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke Sambas pada 1919 disambut meriah. Ribuan warga disebut memadati tepian sungai untuk menyaksikan kedatangan rombongan.
Perahu-perahu yang dihias turut memenuhi sungai. Setelah tiba di dermaga, gubernur jenderal bersama istri dan rombongannya disambut Sultan Sambas beserta para pejabat kerajaan.
Baca Juga: CFD Sambas Jadi Ruang Publik dan Ekonomi, Bupati Soroti Perputaran Uang UKM Setiap Pekan
Rombongan kemudian berjalan menuju istana sebagai bagian dari prosesi penghormatan kepada tamu kehormatan. Gubernur jenderal dan istrinya terlihat dipayungi menggunakan payung kerajaan.
Di sekitar kawasan istana, pasukan KNIL Belanda memberikan penghormatan militer. Prosesi penyambutan juga dimeriahkan arak-arakan tradisional yang diiringi tabuhan rebana.
Salah satu atraksi yang terlihat dalam rangkaian penyambutan tersebut adalah lokomotif yang turut menjadi daya tarik dalam pawai.
Baca Juga: Bupati Sambas Minta Orang Tua Luangkan Satu Jam Sehari untuk Dengarkan Curhatan Anak di Rumah
Sultan Muhammad Syafiuddin Menyambut Rombongan
Sesampainya di istana, gubernur jenderal dan rombongan menjalani serangkaian pertemuan dengan pihak Kesultanan Sambas.
Rekaman kemudian memperlihatkan Sultan Muhammad Syafiuddin bersama sejumlah pejabat kerajaan setelah rangkaian agenda di lingkungan istana.
Baca Juga: Hari Jadi ke-395 Kota Sambas, Wabup Heroaldi Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah dan Budaya
Pertemuan tersebut menggambarkan hubungan antara pemerintah kolonial Hindia Belanda dengan Kesultanan Sambas yang pada masa itu masih menjalankan pemerintahan tradisional di wilayah Kalimantan Barat.
Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah kolonial memperkuat hubungan dengan kerajaan-kerajaan lokal di luar Jawa sekaligus menegaskan pengaruh pemerintah Hindia Belanda.
Gerbang Megah Bergaya Eropa Menyambut Tamu
Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, BPK Sambas Gelar Aksi Bersih Empat Jembatan Ikonik
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rekaman adalah sebuah gerbang penyambutan yang didirikan khusus untuk menyambut kedatangan gubernur jenderal.
Gerbang tersebut memiliki gaya arsitektur Eropa dengan bentuk menyerupai benteng berwarna putih. Dua menara terlihat berada di sisi kiri dan kanan bangunan sementara tersebut.
Pada bagian atas lengkungan gerbang terdapat tulisan berbahasa Belanda. Gerbang itu menjadi bagian dari prosesi penyambutan resmi terhadap rombongan gubernur jenderal.
Editor : Silvina