Begini Wajah Sambas Tempo Dulu, Deretan Rumah Terapung Terekam dalam Video Langka 1919

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Potongan video langka 1919 yang memperlihatkan perahu dan rumah terapung di tepian Sungai Sambas
Potongan video langka 1919 yang memperlihatkan perahu dan rumah terapung di tepian Sungai Sambas

 

PONTIANAK POST – Seperti apa wajah Sambas lebih dari satu abad lalu? Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kehidupan Sambas pada 1919, ketika sungai menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.

Rekaman yang dibagikan akun TikTok @sukarno060601 tersebut memperlihatkan suasana Sambas dengan pemandangan sungai, perkampungan, rumah-rumah di atas rakit, serta perahu yang hilir mudik membawa manusia dan barang.

Potongan gambar itu memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat Sambas pada masa lalu yang begitu dekat dengan sungai.

Baca Juga: Video Langka 1919 Beredar, Ungkap Suasana Kesultanan Sambas Saat Jenderal Belanda Datang

Rumah Terapung di Tepian Sungai Sambas

Salah satu pemandangan yang menonjol dalam rekaman adalah perkampungan di sepanjang tepian Sungai Sambas.

Sebagian rumah masyarakat terlihat berdiri di atas rakit-rakit terapung. Bentuk permukiman tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa itu hidup berdampingan dengan lingkungan perairan.

Baca Juga: CFD Sambas Jadi Ruang Publik dan Ekonomi, Bupati Soroti Perputaran Uang UKM Setiap Pekan

Kabut tipis juga terlihat menyelimuti kawasan tepian sungai. Di tengah suasana tersebut, aktivitas masyarakat tetap berlangsung di atas maupun di sekitar sungai.

Pemandangan rumah dan perkampungan di atas air menjadi salah satu potret yang memperlihatkan karakter kehidupan Sambas pada masa tersebut.

Perahu Jadi Bagian dari Kehidupan Warga

Baca Juga: Mengungkap Asal Nama Sambas, Dari Legenda Kerajaan hingga Menjadi Pusat Penyebaran Islam di Kalbar

Sungai dalam rekaman tidak hanya menjadi latar pemandangan. Perairan terlihat menjadi jalur aktivitas masyarakat.

Perahu-perahu tampak hilir mudik membawa manusia dan barang dagangan. Aktivitas tersebut menggambarkan pentingnya sungai sebagai jalur mobilitas masyarakat Sambas.

Pada masa itu, perahu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sungai menjadi penghubung antara permukiman dan berbagai aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kapolres Sambas Sanny Handityo Bangun Komunikasi dengan Tokoh Adat, Ini yang Jadi Perhatian

Sungai Sambas sebagai Nadi Aktivitas

Gambaran Sambas dalam rekaman 1919 memperlihatkan hubungan yang erat antara masyarakat dan sungai.

Aktivitas kehidupan berlangsung di sekitar aliran air. Rumah berada di tepian maupun di atas air, sedangkan perahu menjadi sarana untuk bergerak dan membawa barang.

Baca Juga: Bupati Sambas Minta Orang Tua Luangkan Satu Jam Sehari untuk Dengarkan Curhatan Anak di Rumah

Kondisi tersebut memberikan gambaran mengenai wajah Sambas sebelum perkembangan kawasan perkotaan seperti yang dikenal saat ini.

Sungai bukan sekadar bagian dari bentang alam, tetapi juga menjadi ruang tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jejak Perdagangan di Sambas Tempo Dulu

Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, BPK Sambas Gelar Aksi Bersih Empat Jembatan Ikonik

Rekaman tersebut juga memperlihatkan perahu yang membawa barang dagangan di sepanjang sungai.

Sambas pada masa itu disebut sebagai salah satu pusat perdagangan kopra yang penting di Kalimantan Barat. Aktivitas perahu yang terlihat dalam rekaman menjadi bagian dari gambaran kehidupan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Sungai menjadi jalur yang mempertemukan masyarakat, barang, dan aktivitas perdagangan.

Baca Juga: Sebanyak 28 Calon Paskibraka Sambas Jalani Pemusatan Diklat Menuju Tugas Pengibaran Bendera

Wajah Sambas yang Terekam Lebih dari Seabad

Kini, lebih dari 100 tahun berlalu, rekaman tersebut memberikan kesempatan untuk melihat kembali seperti apa kehidupan Sambas pada 1919.

Tidak hanya bangunan atau lingkungan Kesultanan, rekaman memperlihatkan sisi kehidupan masyarakat biasa: rumah di atas air, perahu yang bergerak di sungai, perkampungan di tepian air, dan aktivitas perdagangan.

Baca Juga: Matangkan Soft Launching PLB Temajuk-Teluk Melano, Pemkab Sambas Gencarkan Koordinasi Instansi

Gambaran tersebut menjadi potret visual mengenai Sambas pada masa lalu ketika kehidupan masyarakat masih sangat erat dengan sungai.

Wajah Sambas dalam rekaman itu pun memperlihatkan sebuah kawasan yang hidup di antara daratan dan perairan, dengan sungai sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakatnya.

 

Editor : Silvina
sejarah Sambas Video Sambas 1919 Sultan Sambas hindia belanda Kesultanan Sambas