PONTIANAK POST – Jauh sebelum sistem pendidikan berkembang seperti sekarang, Sambas telah memiliki lembaga pendidikan yang berada di sekitar lingkungan Istana Kesultanan Sambas. Informasi mengenai keberadaan sekolah dasar dan sekolah bahasa Arab itu disebut dalam narasi rekaman Sambas tahun 1919 yang beredar di media sosial.
Rekaman yang bersumber dari akun TikTok @sukarno060601 tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan telah menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian di lingkungan Kesultanan Sambas pada awal abad ke-20.
Dua jenis lembaga pendidikan yang disebut dalam materi tersebut adalah sekolah dasar dan sekolah bahasa Arab.
Baca Juga: Video Langka 1919 Beredar, Ungkap Suasana Kesultanan Sambas Saat Jenderal Belanda Datang
Sekolah Dasar Berkembang di Lingkungan Istana
Keberadaan sekolah dasar menjadi salah satu bagian yang disebut dalam rangkaian informasi mengenai kondisi Sambas pada 1919.
Sekolah tersebut berada di sekitar lingkungan istana dan menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang berkembang di kawasan Kesultanan Sambas.
Baca Juga: Begini Wajah Sambas Tempo Dulu, Deretan Rumah Terapung Terekam dalam Video Langka 1919
Informasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dasar telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sambas pada masa tersebut.
Namun, materi rekaman yang beredar tidak menjelaskan secara rinci mengenai nama sekolah, jumlah murid, kurikulum, maupun siapa yang mengelolanya.
Pendidikan Bahasa Arab Juga Menjadi Bagian Penting
Baca Juga: Mengungkap Asal Nama Sambas, Dari Legenda Kerajaan hingga Menjadi Pusat Penyebaran Islam di Kalbar
Selain sekolah dasar, terdapat pula sekolah bahasa Arab di sekitar lingkungan istana.
Keberadaan sekolah bahasa Arab menjadi bagian menarik dari gambaran pendidikan Sambas pada 1919. Lembaga tersebut menunjukkan adanya ruang pendidikan yang berkaitan dengan bahasa Arab di lingkungan masyarakat Sambas.
Dalam materi yang beredar, sekolah bahasa Arab disebut sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dikunjungi dalam rangkaian kunjungan ke lingkungan Kesultanan Sambas.
Baca Juga: Lolos Seleksi Makalah, Lima Kandidat Sekda Kabupaten Sambas Lanjut ke Uji Kompetensi Manajerial
Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai sistem pembelajaran, tenaga pengajar, maupun jumlah peserta didiknya.
Pendidikan dan Lingkungan Kesultanan Sambas
Keberadaan sekolah dasar dan sekolah bahasa Arab di sekitar lingkungan istana memberikan gambaran bahwa kawasan Kesultanan Sambas tidak hanya menjadi pusat pemerintahan kerajaan.
Baca Juga: Sebanyak 28 Calon Paskibraka Sambas Jalani Pemusatan Diklat Menuju Tugas Pengibaran Bendera
Lingkungan tersebut juga memiliki aktivitas pendidikan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa itu.
Dua jenis pendidikan yang disebut dalam rekaman memperlihatkan adanya keberagaman bentuk pendidikan di Sambas pada awal abad ke-20.
Sekolah dasar menunjukkan keberadaan pendidikan umum, sementara sekolah bahasa Arab memperlihatkan adanya pendidikan yang berkaitan dengan bahasa Arab.
Baca Juga: Matangkan Soft Launching PLB Temajuk-Teluk Melano, Pemkab Sambas Gencarkan Koordinasi Instansi
Jejak Pendidikan yang Terekam Lebih dari Seabad
Informasi mengenai sekolah dasar dan sekolah bahasa Arab menjadi salah satu potongan penting untuk melihat sejarah pendidikan di Sambas.
Pada 1919, keberadaan lembaga pendidikan tersebut sudah disebut dalam materi mengenai lingkungan Kesultanan Sambas.
Lebih dari satu abad kemudian, informasi itu kembali muncul melalui rekaman yang beredar di media sosial dan membuka gambaran mengenai kehidupan pendidikan Sambas pada masa lalu.
Meski informasi yang tersedia masih terbatas, keberadaan sekolah dasar dan sekolah bahasa Arab tersebut menjadi jejak menarik tentang perkembangan pendidikan di Sambas pada awal abad ke-20.
Editor : Silvina