PONTIANAK POST - Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun meninggal dunia diduga akibat tenggelam di kolam renang DK yang berada di Desa Segedong, Kecamatan Tebas. Polres Sambas telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Suwandi, mengatakan korban berinisial JG, warga Kecamatan Teluk Keramat. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 17.10 WIB.
“Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan setelah adanya korban di sebuah kolam renang DK di Dusun Sempadung. Korban yang meninggal dunia diketahui berinisial JG umur delapan tahun yang berasal dari Kecamatan Teluk Keramat,” kata AKP Suwandi.
Baca Juga: Sambas 1919 Sudah Punya Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Arab di Sekitar Istana
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut, termasuk orang tua korban dan karyawan kolam renang.
Berdasarkan keterangan sementara, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 14.30 WIB, orang tua korban berangkat dari rumahnya di Sengawang, Kecamatan Teluk Keramat, dan menjemput korban yang tinggal di rumah neneknya di Pemangkat.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.10 WIB, korban bersama orang tuanya menuju kolam renang DK di Kecamatan Tebas. Setelah tiba di lokasi dan membayar tiket masuk, korban kemudian berenang. Beberapa waktu kemudian, penjaga kolam melihat pakaian terapung di kolam dewasa.
“Salah seorang penjaga kolam melihat ada seperti pakaian yang tenggelam di kolam dewasa dari jarak sekitar 10 meter, kemudian menghampirinya. Setelah dekat, saksi melihat seorang anak dengan posisi tertelungkup. Penjaga kemudian masuk ke kolam untuk melakukan penyelamatan,” katanya.
Baca Juga: Korban Tenggelam di Sungai Batang Bunut Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal pada Hari Kedua Pencarian
Penjaga kolam lainnya yang melihat kejadian tersebut turut membantu. Korban kemudian diangkat dari dalam kolam dan dibawa ke belakang loket tiket.
Pengunjung yang berada di lokasi juga berupaya memberikan pertolongan. Orang tua korban awalnya belum mengetahui kejadian tersebut. Namun, setelah melihat kerumunan, barulah orang tua korban mengetahui bahwa anaknya yang tenggelam.
Upaya pertolongan terus dilakukan dengan membalikkan tubuh korban, mengguncang tubuh korban, serta melakukan penekanan pada bagian dada. Air sempat keluar dari mulut korban, namun korban masih belum sadarkan diri.
“Korban dibawa ke RSUD Pemangkat, namun setelah dilakukan pemeriksaan kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia,” katanya.
Jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke Pemangkat, tempat tinggal nenek korban, untuk selanjutnya dimakamkan. (fah)
Editor : Miftakhair