Warga Sambas Harap Hujan Segera Turun, Cadangan Air Bersih Mulai Menipis Beberapa Hari Lagi

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:07 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

PONTIANAK POST - Sejumlah warga Kabupaten Sambas berharap hujan segera turun. Selain cuaca panas yang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan air bersih warga yang selama ini mengandalkan tampungan air hujan.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Sambas masih berpotensi mengalami kondisi berawan dengan suhu berkisar 24–33 derajat Celsius. Pada beberapa periode, Sambas masih memiliki potensi hujan ringan, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla.

Warga Kecamatan Sejangkung, Abdul, mengatakan cadangan air bersih yang ditampung saat hujan turun kini mulai berkurang karena hujan belum kembali turun.

SBaca Juga: Bocah 8 Tahun Meninggal di Kolam Renang Sambas, Penjaga Temukan Korban Tenggelam, Orang Tua Baru Tah

“Air hujan menjadi sumber air bersih untuk keperluan keluarga, terutama untuk memasak, dan sekarang kondisinya mulai menipis,” kata Abdul.

Menurut dia, kondisi cuaca panas yang berlangsung saat ini juga membuat masyarakat khawatir terhadap potensi terjadinya karhutla.

Abdul berharap hujan segera turun agar kondisi cuaca panas dapat teratasi sekaligus masyarakat kembali mendapatkan sumber air bersih.

Hal serupa disampaikan Ani. Ia mengatakan stok air bersih yang berasal dari tampungan air hujan saat ini juga mulai menipis.

Baca Juga: 658 Hotspot Terdeteksi di Sintang, Luas Indikatif Karhutla Capai 139 Hektare hingga Juli 2026

“Kalau yang sekarang ada, stok air hanya bisa digunakan beberapa hari ke depan, jadi kami berharap hujan bisa segera turun,” katanya. (fah)

Editor : Miftakhair
risiko cuaca panas warga karhutla sambas