PONTIANAK POST - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk tingkatkan kewaspadaan saat adanya kabut asap yang mulai menyelimuti Sambas akhir akhir ini sebagai dampak adanya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau agar tidak terjadi permasalahan kesehatan,” kata Ganjar, Kamis (13/8).
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi. Masyarakat bisa menerapkan penggunaan masker saat berada di luar rumah selama kabut asap. “Usahakan jika beraktifitas di luar rumah, untuk mengenakan masker. Hindari aktivitas diluar rumah saat ada kabut asap, terutama jika memiliki masalah pernapasan yang sudah ada.” katanya.
Baca Juga: Kemarau dan Kabut Asap Mulai Meluas, 10 Ribu Warga Kapuas Hulu Terserang ISPA
Kemudian Ganjar mengharapkan selalu menjaga Kelembaban didalam rumah dengan harapan dapat membantu mengurangi tingkat iritasi pada saluran pernapasan. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala ISPA atau sesak napas. “Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum air putih yang banyak untuk memperkuat sistem imun,” katanya.
Disebutkannya, kabut asap menjadi masalah tahunan karena sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara rutin saat musim kemarau terutama di lahan gambut. Praktik tebang-bakar untuk pembukaan lahan perkebunan, faktor iklim, dan lemahnya pengawasan memicu bencana tahunan yang merusak lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. “Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan yang perlu diperhatikan, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi kesehatan paru paru pada manusia. Di Kabupaten Sambas saat ini telah memasuki musim kemarau dan akan berpotensi terjadinya kebakaran hutan yang bisa menyebabkan kabut asap,” katanya.
Kondisi ini, berdampak pada meningkatnya berbagai penyakit menular salah satunya yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga 12 Agustus 2026, sudah tercatat 1.098 kasus ISPA untuk semua umur dan masih belum ada peningkatan kasus yang serius kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
“Kondisi asap akibat karhutla berdampak pada meningkatnya berbagai penyakit menular salah satunya yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya.(fah)