Kabut Asap Mulai Selimuti Sambas, Dinkes Catat 1.098 Kasus ISPA hingga 12 Agustus 2026

Fahrozi PP • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Kabut Asap Mulai Selimuti Sambas, Dinkes Catat 1.098 Kasus ISPA hingga 12 Agustus 2026.
Kabut Asap Mulai Selimuti Sambas, Dinkes Catat 1.098 Kasus ISPA hingga 12 Agustus 2026.

PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Sambas pada musim kemarau. Hingga 12 Agustus 2026, tercatat 1.098 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di semua kelompok umur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo, mengatakan masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau agar tidak terjadi permasalahan kesehatan,” kata Ganjar, Kamis (13/8).

Baca Juga: Kasus ISPA di Sambas Capai 1.098, Dinkes Imbau Warga Waspada Dampak Kabut Asap

Menurut dia, masyarakat dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap mulai pekat. Warga juga diminta membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya bagi yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

“Usahakan jika beraktivitas di luar rumah, untuk mengenakan masker. Hindari aktivitas di luar rumah saat ada kabut asap, terutama jika memiliki masalah pernapasan,” katanya.

Selain itu, Ganjar menyarankan masyarakat menjaga kelembapan udara di dalam rumah untuk membantu mengurangi iritasi saluran pernapasan. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA atau sesak napas.

“Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum air putih yang banyak untuk memperkuat sistem imun,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Picu Kabut Asap, Dinas Pendidikan Singkawang Imbau Siswa dan Guru Pakai Masker Saat Sekolah

Ganjar menjelaskan, kabut asap merupakan persoalan yang kerap muncul saat musim kemarau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, kondisi iklim, serta lemahnya pengawasan menjadi faktor yang memicu bencana tahunan tersebut.

“Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan yang perlu diperhatikan, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi kesehatan paru paru manusia. Di Kabupaten Sambas saat ini telah memasuki musim kemarau dan akan berpotensi terjadinya kebakaran hutan yang bisa menyebabkan kabut asap,” katanya.(fah)

 

Editor : Miftakhair
ispa dinkes Kemarau sambas kabut asap