Kabut Asap Masih Kuat, Kecamatan Tangaran Dirikan Posko Karhutla

Fahrozi PP • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Kondisi jalanan diselimuti kabut asap saat pagi di desa Simpang Empat Kec. Tangaran
Kondisi jalanan diselimuti kabut asap saat pagi di desa Simpang Empat Kec. Tangaran

PONTIANAK POST - Pemerintah Kecamatan Tangaran mendirikan Posko Karhutla dan laksanakan pemasangan peringatan stop buka lahan dengan cara membakar. Hal tersebut mengantisipasi kabut asap yang masih kuat di sejumlah wilayah termasuk upaya pencegahan agar tak sampai ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Sekretaris Camat Tangaran, Endi Kurniawan menyampaikan sebagai antisipasi adanya kabut asap karhutla. Pemerintah Kecamatan mendirikan Posko Karhutla Kecamatan Tangaran. Hal tersebut sebagai tempat pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan kondisi yang ada.

Selanjutnya, Pemerintah Kecamatan Tangaran juga menyampaikan imbauan maupun pemasangan plang ke sejumlah titik. Hal tersebut berkaitan dengan Stop buka lahan dengan cara membakar. Dimana Pemerintah setempat melarang kegiatan pembukaan lahan perkebunan dan pertanian dengan cara membakar ditengah situasi panas yang terjadi.  

Baca Juga: Kabut Asap Menebal di Kalbar, DPRD Imbau Warga Gunakan Masker Saat Beraktivitas

Pihak kecamatan juga melarang, pembakaran hutan, lahan semak, vegetasi dan atau sisa vegetasi untuk kepentingan pembukaan lahan. Serta mengimbau masyarakat beraktivitas diluar rumah dengan mengenakan masker selama kabut asap.

Pelarangan yang disampaikan memiliki dasar hukum diantaranya UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Kemudian UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan dan instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 Tahun 2026.

“Nanti setelah papan imbauan selesai pembuatannya akan segera dipasang di sejumlah titik,” kata Sekcam Tangaran, Endi Kurniawan, Senin (24/8).
Ditanya mengenai kondisi kabut asap. Endi menyampaikan hingga Senin (24/8) pada pagi hari, kabut asap cukup kuat sehingga berpengaruh terhadap jarak pandang. “Kondisi di Desa Simpang Empat pada Senin pagi hari, kabut asap masih kuat,’ katanya.

Hal sama juga disampaikan Erwan, warga Simpang Empat. Dirinya menyampaikan jika kabut asap masih terlihat kuat di wilayahnya. Hal tersebut sangat terasa jika berada diluar rumah. “Masih kuat kabut asap terjadi,” katanya.(fah)

Editor : Hanif
Tangaran kebakaran hutan dan lahan karhutla sambas kabut asap