PONTIANAK POST - Sejumlah alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Parit Baru Dusun Parit Baru Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing, sayangkan kondisi bangunan sekolah yang cukup memprihatinkan namun hingga kini belum tersentuh pembangunan.
Alumni SD Negeri 3 Parit Baru, Juliadi mengatakan jika pihaknya sebagai alumni merasa prihatin atas kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan. Dimana banyak kerusakan di kelas dan itu masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Masih ada kegiatan belajar mengajar, dari kelas 1 sampai kelas 6, tapi memang kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu segera mendapatkan perhatian pembangunannya,” katanya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Pontianak Belum Optimal, Boyman Harun: Kapasitas 1.100 Hanya Diisi 200 Siswa
Menurutnya, para siswa harus belajar di ruangan yang serba rusak. Dimana Plafon atau dek, banyak yang jebol, kemudian lantai dari papan yang sudah mulai rusak, kaca kelas ada yang pecah.. “Siswanya lumayan banyak, sehingga bangunan yang memprihatinkan tersebut mengancam keselamatan para siswa,” katanya.
Diwilayahnya, memang ada dua Sekolah Dasar. Yakni di Dusun Sidu, yang pernah menerima bantuan rehab. Sementara banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Negeri 3 Parit Baru yang memang kondisinya kurang layak dan belum mendapatkan program perbaikan.
Mengenai pengajuan perbaikan, dirinya mendapatkan informasi, jika itu sudah dilakukan, bahkan yang terbaru yakni dua atau tiga tahun lalu, bahkan dari kabar yang ada sudah mempersiapkan konsultan. Namun hingga sekarang, perbaikan masih belum juga diterima.
“Dulu pernah ada program, tapi untuk perbaikan WC, tapi untuk gedung, yang rata-rata dari kelas 1 sampai 6 alami kerusakan tapi belum juga ada realisasi,” katanya.
Dirinya sebagai alumni dan masyarakat lainnya, sangat berharap secepatnya ada program perbaikan bangunan SD Negeri 3 Parit Baru. Agar para siswa bisa dengan tenang, nyaman dan aman melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Komisi V DPR RI Targetkan Satu Kabupaten Minimal Ada Satu Sekolah Rakyat di Kalbar
“Selain kerusakan yang cukup parah, karena keterbatasan, ruang perpustakaan juga menjadi ruang guru,” katanya. Juliadi sebutkan, jika SD Negeri 3 Parit Baru menjadi sekolah tertua di desanya. Namun, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan dan belum ada sentuhan perbaikan dari pemerintah.
Berdasarkan Data Referensi Kemendikdasmen, jumlah siswa sebanyak 113, dengan rincian Kelas 1 sebanyak 22 murid, kelas 2 sebanyak 24 murid, kelas 3 sebanyak 25 murid, kelas 4 sebanyak 17 murid, kelas 5 sebanyak 14 murid dan kelas enam sebanyak 11 murid. Kemudian jumlah guru sebanyak 8 orang dua diantaranya adalah PNS.
Kemudian dari data yang sama, disebutkan untuk sarana dan prasarana berjumlah enam rombongan belajar dan dengan jelas disebutkan jika seluruhnya dalam kondisi rusak berat. Dilihat dari Nilai akreditasi, Tahun 2023, SK Penetapan 105/BAN-PDM/SK/2023 Tanggal akhir 23 Oktober 2028 dengan nilai akhir 81 peringkat B.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Rizal Arizal menyampaikan untuk SD Negeri 3 Parit Baru, itu pihak sekolah harus mengupdate Dapodiknya terlebih dahulu.
“Untuk SDN 3 Parit Baru itu pihak sekolah harus mengupdate dapodiknya dulu untuk penyesuaian antara dapodik dengan kondisi di sekolah,” katanya, Kamis (27/8). Rizal juga menyebutkan sampai saat ini, belum ada proposal perbaikan yang diterimanya. “Sampai saat ini tidak pernah kepala sekolah ketemu saya atau proposalnya belum sampai ke saya ya,” katanya. Sehingga dirinya belum mengetahui berapa persen tingkat kerusakannya. “Tingkat kerusakannya berapa % (persen),” katanya(fah)
Editor : Rafael B. Junior