Kemarau di Tebas Sambas, Warga Terpaksa Beli Air karena Sumur Mengering dan Mulai Payau

Fahrozi PP • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PONTIANAK POST - Sejumlah warga di Kecamatan Tebas mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kemarau. Persediaan air di rumah mulai menipis, sementara air dari sumur dan telaga dilaporkan terasa payau hingga berwarna kemerahan.

Udin, warga Tebas Sungai, mengatakan rumahnya belum terpasang jaringan PDAM. Selama ini, air untuk mandi dan mencuci mengandalkan sumur atau telaga di pekarangan rumah. Sementara kebutuhan air untuk memasak bergantung pada air hujan yang ditampung.

Namun, di tengah kondisi kemarau, air dari sumur dan telaga yang masih tersedia mulai terasa payau dan berwarna kemerahan sehingga tidak digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Sumber Air Mengering, 263 KK di Sambas Kini Harus Beli Air Bersih untuk Kebutuhan Harian

“Kalau untuk kebutuhan mencuci dan mandi, kami sudah beli air,” kata Udin, Senin (31/8).

Untuk kebutuhan memasak, kata dia, keluarganya juga mulai membeli air galon isi ulang. Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga bertambah.

“Dipastikan lah, karena susahnya air pengeluaran rumah tangga bertambah,” katanya.

Kondisi cuaca panas dan tidak turunnya hujan juga menyebabkan sejumlah sumber air di telaga dan air tanah milik warga mulai mengering.

Baca Juga: Program Jumat Bersih di Kecamatan Tebas Libatkan Sekolah dan Warga Jaga Lingkungan Sehat

Saputra, warga Dungun Perapakan, Kecamatan Tebas, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya memicu munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bukan saja banyak munculnya asap karhutla, tapi cuaca panas, hujan tidak turun menyebabkan sumber air untuk keperluan sehari-hari sudah mengering,” kata Saputra.

Dia mengatakan kondisi panas yang terjadi selama dua bulan terakhir dan belum turunnya hujan membuat dirinya dan sejumlah warga di Dungun Perapakan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Panas selama dua bulan, tak dapat air, sumber air kering, jadi air bersih sudah beli,” katanya.

Warga lainnya, Sabri, juga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga, kata dia, telah membeli air sehingga menambah pengeluaran rumah tangga.

“Kami mohon kepada pemerintah untuk membantu masyarakat atas kesulitan yang ada, terutama air bersih dan untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga: Kemarau Panjang di Kayong Utara, TNI Gencarkan Edukasi Cegah Karhutla dan Warga Hadapi Krisis Air

Menurut Sabri, banyak warga telah berupaya mengebor untuk membuat sumur. Namun, upaya yang dilakukan secara manual tersebut belum semuanya berhasil. (fah)

Editor : Miftakhair
kemarau Sambas air bersih Tebas warga Tebas kekeringan Sambas sumber air mengering