PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, masih membara hingga Selasa (1/9). Menurut data Masyarakat Peduli Api (MPA), sekitar 105 hektare lahan kebun terbakar, sebagian di antaranya merupakan lahan gambut.
Ketua MPA Desa Sungai Baru yang juga Sekretaris Desa (Sekdes), Aspar, mengatakan karhutla terjadi sejak 14 Agustus dan hingga kini api masih menyala.
"Sampai sekarang (Selasa 1/9) kondisi karhutla di Sungai Baru masih membara, karhutla sudah terjadi sejak 14 Agustus hingga sekarang. Api masih menyala," kata Aspar, Selasa (1/9).
Baca Juga: Polres Sambas Selidiki 3 Kasus Karhutla, Pemilik Lahan dan Terduga Pelaku Diperiksa Polisi
Upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat, MPA, TNI, Polri, serta pihak lainnya.
"Kami terus bekerja sama untuk melaksanakan pemadaman, kami turun bersama siang dan malam, kami lakukan penyekatan di kebun masyarakat, karena api sudah mendekat ke kebun masyarakat," katanya.
Jauhnya sumber air menjadi salah satu kendala pemadaman. Untuk mengatasinya, pihaknya memasang 29 selang dengan panjang total sekitar 540 meter yang diperkuat mesin penyedot air.
"Api yang membakar terus membesar, karena angin sangat kuat, sehingga bara sempat melayang sampai ke mana-mana arahnya," kata Aspar.
Baca Juga: 350 Umat Muslim Singkawang Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla
Pada Selasa siang, upaya pemadaman masih dilanjutkan. Bahkan, petugas dan masyarakat berencana melanjutkan pemadaman hingga malam.
"Termasuk pada sore ini kami terus lanjut lagi sampai malam," katanya.
Lahan yang terbakar antara lain kebun karet dan kebun sawit milik warga atau perorangan. Menurut Aspar, lokasi kebakaran di Desa Sungai Baru berada di dua jalur.
"Pertama, jalur utama itu menuju perbatasan dengan Desa Sarang Burung Kuala. Yang di jalur pertama itu api sudah aman, sudah terkendali. Dan sekarang api berpindah ke jalur kanan menuju ke arah Berlimang. Yang masih parah yang sedang kami lakukan pemadaman sampai sekarang," katanya.
Di lokasi kedua terdapat banyak kebun masyarakat, seperti kebun karet, kebun sawit, dan tanaman kayu lainnya. Lahan tersebut menurutnya perlu dijaga dan diselamatkan dari kobaran api.
Berdasarkan hasil pengamatan MPA, karhutla diduga terjadi akibat ulah manusia. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa yang memulai kebakaran tersebut.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Menguat, Polres Sambas Bagikan Masker dan Serukan Tertib Berlalu Lintas
"Bisa saja saat buang puntung rokok, bakar sampah, atau lainnya. Karena di tanah gambut, puntung rokok bisa hidup, ada api kecil cepat membesar," katanya.
Aspar menyebutkan luas lahan yang terbakar hingga saat ini sekitar 105 hektare di Desa Sungai Baru. MPA Sungai Baru berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu memadamkan karhutla.
Sejak cuaca panas mulai terjadi, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi seperti sekarang.(fah)
Editor : Miftakhair