PONTIANAK POST - Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Rabu (2/9). Pemadaman mendapat dukungan logistik dari sejumlah elemen masyarakat.
Tim gabungan terdiri atas Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Baru, TNI, Polri, BPBD, dan elemen masyarakat. Mereka masih melakukan pemadaman di sejumlah titik yang terbakar.
Ketua MPA Desa Sungai Baru yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Baru, Aspar, mengatakan pihaknya pada Rabu (2/9) masih turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama tim gabungan.
Baca Juga: Sembilan Relawan Dompet Ummat Terjun ke Temajuk, Respons Karhutla Sambas
Dukungan juga datang dari sejumlah elemen masyarakat dengan mengirimkan logistik untuk tim pemadam.
"Alhamdulillah, pada Rabu (2/9), kami tim gabungan pemadam karhutla di Desa Sungai Baru, menerima bantuan logistik dari Mitra SPPG Sungai Baru Kecamatan Teluk Keramat, ini akan menjadi motivasi bagi kami, karena semua peduli terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan, terutama yang masih terus membara di Desa Sungai Baru," kata Aspar.
Menurut Aspar, bantuan tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pemadaman dilakukan sejak pagi, siang hingga malam hari.
Babinsa Sungai Baru, Jamal, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan logistik dari Mitra SPPG Sungai Baru. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam penanganan karhutla.
Baca Juga: 105 Hektare Lahan Terbakar, Karhutla di Sungai Baru Sambas Masih Membara hingga Malam Hari
Jamal juga mengimbau seluruh pihak tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca panas. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kami sampaikan apresiasi atas bantuan logistik untuk tim pemadam kebakaran, ini menjadi kepedulian bersama terhadap penanganan karhutla khususnya di Sungai Baru," katanya. Sebelumnya diberitakan, karhutla di kawasan ini sedikitnya telah menghanguskan 105 hektare lahan.
Sementara itu, kabut asap karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Teluk Keramat.
Di Kota Sambas, kabut asap terlihat semakin pekat pada Rabu (2/9). Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tebas sehingga jarak pandang berkurang saat berkendara di jalan. Di tempat terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengapresiasi seluruh petugas yang turun langsung memadamkan karhutla di wilayah Kabupaten Sambas.
"Siapapun itu, baik dari Polri, TNI, masyarakat, BPBD, Manggala Agni, MPA, Pemdes, petugas Damkar, atau yang turun langsung berupaya memadamkan api, patut diberi apresiasi," kata Yakob.
Menurut dia, upaya memadamkan karhutla bukan pekerjaan mudah. Petugas menghadapi risiko besar serta berbagai kendala di lapangan, mulai dari lokasi, sumber air hingga perubahan kondisi cuaca, terutama angin.
Baca Juga: Polres Sambas Selidiki 3 Kasus Karhutla, Pemilik Lahan dan Terduga Pelaku Diperiksa Polisi
"Saya sendiri yang sudah berkecimpung sebagai petugas damkar, merasakan sendiri bagaimana risiko di lapangan saat memadamkan api. Artinya keselamatan petugas menjadi taruhan," katanya. (fah)
Editor : Miftakhair