Karhutla Sambas Makin Parah, Polres dan Kodim Uji Alat Pendeteksi Sumber Air Tanah

Fahrozi PP • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:05 WIB
Kabut asap masih kuat terlihat di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, seperti di Kota Sambas.
Kabut asap masih kuat terlihat di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, seperti di Kota Sambas.

PONTIANAK POST - Kabut asap karhutla semakin menguat di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Kesehatan masyarakat terancam, selain harus menghirup udara yang tidak sehat. Kesulitan dapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari juga menjadi permasalahan.

Pantauan di Kota Sambas, kabut asap yang terjadi sangat jelas terlihat bahkan mengurangi jarak pandang saat dijalan raya. Kondisi inipun memaksa masyarakat mengubah bernafas dengan udara yang tidak sehat. “Biasanya pagi-pagi ke kebun bisa menghirup udara sehat, tapi sekarang dimana-mana ada kabut asap karhutla, jadi tidak sehat udara, kata Ulian, Kamis (3/9).

Sebagai orang yang sudah berumur, tentunya kualitas udara sangat mempengaruhi kesehatannya. Dimana kondisi yang ada, membuat dirinya mulai terserang batuk-batuk. “Batuk batuk, tenggorokan rasa gatal,” katanya. Dalam kondisi sekarang, dirinya pun mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika memang tidak penting, diupayakan tetap dirumah kumpul bersama keluarga.

Baca Juga: Dapat Paket Kabut Asap dari Kalimantan, Kualitas Udara Singapura Tidak Sehat

Nudin, Warga Tebas mengakui selain kondisi kabut asap yang kuat di sekitar tempat tinggalnya. Susahnya air juga dihadapinya, lantaran sumur tanah atau telaga yang biasa menjadi sumber air untuk keperluan mandi dan cuci, kering. “Ada airnya sedikit, itupun warna merah, berbau jadi tak bisa digunakan. Sehingga kami mengambil air di sumur orang yang masih ada airnya,” katanya. Sementara air untuk kebutuhan memasak, Nudin pun terpaksa sudah harus membeli. Lantaran stok air hujan yang ditampung sudah habis. “Sudah lama toren air atau penampungan air, sudah lama kosong, air hujan yang biasa ditampung untuk kebutuhan masak sudah lama habis, jadi kami sudah membeli air galon isi ulang,” katanya.

Sementara itu, Polres Sambas terus memperkuat kesiapsiagaan ditengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas. Bersama Kodim 1208/Sambas, lakukan pengecekan dan pengujian alat deteksi air tanah atau Groundwater Detector. 

Dalam kegiatan yang diujicobakan di Makodim 1208/Sambas, Rabu (2/9), dilakukan untuk memastikan perangkat dalam kondisi siap digunakan untuk mendeteksi indikasi keberadaan sumber air di bawah permukaan tanah.

‎Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono menyebutkan pengecekan alat ini merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan dalam mendukung pencarian dan pemetaan sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan karhutla.

‎“Alat ini akan membantu memberikan informasi awal mengenai indikasi sumber air di bawah permukaan tanah, yang nantinya bisa digunakan untuk kegiatan pemadaman Karhutla,” kata AKP Sadoko.

 

‎Alat yang ada tersebut, akan dioperasikan pada lokasi yang telah ditentukan. Hasilnya  ditampilkan melalui telepon seluler dalam bentuk visualisasi kondisi lapisan bawah permukaan tanah. Data tersebut menjadi bahan pendukung untuk pemetaan indikasi sumber air.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana ajak masyarakat kenakan masker saat berada di luar ruangan. Hal ini sebagai upaya mencegah penyakit yang disebabkan udara tidak sehat akibat adanya kabut asap karhutla. “Kami mengharapkan masyarakat untuk kenakan masker, karena kabut asap karhutla masih kuat,” katanya.(fah)

Editor : Hanif
karhutla Sambas Groundwater Detector polres sambas krisis air bersih kabut asap