PONTIANAK POST – Hujan turun di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas pada Senin (7/9) malam. Namun, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terlihat dan menyelimuti sejumlah wilayah pada Selasa (8/9).
Pantauan di Jalan Gusti Hamzah menunjukkan kabut asap masih menyelimuti kawasan tersebut. Kondisi paling terasa pada subuh hingga pagi hari karena jarak pandang terganggu. Hal serupa juga terlihat di ruas Jalan Pendidikan, meski kabut asap relatif tipis.
Hujan pada Senin (7/9) malam turun di sejumlah wilayah Sambas. Di wilayah Desa Rambi, misalnya, warga mengaku hujan turun selama sekitar setengah jam. “Alhamdulillah, ada hujan turun lumayan sekitar setengah jam,” kata Nova.
Baca Juga: Raker Gubernur Kalbar Bahas 7 Program Prioritas Presiden 2026, Karhutla Juga Disorot
Nova bersyukur atas hujan tersebut. Namun, kabut asap masih terlihat. Dia memperkirakan kondisi itu karena wilayah yang terdapat lahan terbakar belum mendapat hujan.
“Mungkin daerah yang terbakar, belum ada hujan turun, sehingga kabut asap masih terjadi,” kata Nova.
Hujan juga turun di Tanjung Sekar, Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Sambas. Eka, warga setempat, mengatakan hujan turun pada Selasa malam sekitar pukul 20.15 WIB.
“Lumayan lebat, Alhamdulillah sudah ada hujan mudah-mudahan bisa merata ke semua daerah di Kabupaten Sambas,” katanya. Di wilayah Lumbang, hujan juga turun pada Selasa malam. Hal tersebut diakui Endra, warga setempat.
Baca Juga: Karhutla Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, Wagub Krisantus Dorong Penegakan Hukum
“Alhamdulillah ada hujan, mudah-mudahan bisa merata ke seluruh wilayah di Kabupaten Sambas,” katanya.
Hujan dengan intensitas lumayan juga terjadi di Desa Tumuk Manggis. Buyung, warga setempat, mengatakan hujan berlangsung kurang lebih 30 menit. Namun, air hujan yang ditampung warga berwarna kehitaman sejak awal hingga hujan berakhir.
“Airnya hitam saat kami tampung, tapi karena tak mungkin digunakan untuk memasak, kami pakai untuk mencuci saja,” katanya.
Hujan meski sebentar juga terjadi di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas. Irawan, warga setempat, mengatakan hujan turun di sekitar tempat tinggalnya meski tidak lebat.
“Alhamdulillah ada hujan, meski tidak lebat dan sebentar,” katanya.
Sementara itu, kabut asap masih kuat dirasakan sejumlah masyarakat di Kecamatan Tebas. Udin mengatakan pada Selasa (8/9), kabut asap masih terpantau di Tebas, termasuk di sekitar Pasar Tebas. “Kuat masih kabut asap di Tebas, meski tadi malam hujan ada turun sebentar,” katanya.
Baca Juga: Warga Karangan Memohon Hujan, Salat Istiska Digelar di Tengah Kemarau dan Asap
Di sejumlah wilayah lainnya, pada waktu yang sama tidak terjadi hujan, seperti di sekitar Desa Kartiasa dan beberapa tempat lainnya. Sementara itu, kualitas udara di Sambas masih dikategorikan sangat tidak sehat dengan angka 222 AQI+US berdasarkan hasil pantauan pukul 11.00–12.00 pada 8 September 2026. (fah)
Editor : Hanif