Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Sintete Sambas, Jarak Pandang Turun hingga 1-2 Mil Laut

Fahrozi PP • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PONTIANAK POST - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas pelayaran di perairan Sintete, Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang terbatas (restricted visibility) hingga hanya sekitar 1-2 mil laut dan meningkatkan risiko terjadinya tubrukan antarkapal.

Staf Keselamatan Pelayaran KSOP Kelas IV Sintete, Faisal, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah nakhoda terkait terbatasnya jarak pandang selama pelayaran akibat kabut asap yang cukup tebal.

“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, berdampak jarak pandang terbatas sudah dirasakan did unia pelayaran. Akibat kabut asap yang lumayan kuat, jarak pandang saat ini antara 1 sampai 2 mil laut,” kata Faisal.

Baca Juga: Hujan Belum Padamkan Karhutla Kubu Raya, Bara di Bawah Gambut Masih Picu Api Kembali

Menurut dia, kondisi tersebut cukup mengganggu pelayaran kapal yang keluar masuk melalui jalur laut Sintete. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, KSOP telah mengimbau seluruh nakhoda memaksimalkan penggunaan peralatan navigasi selama berlayar.

Dalam kondisi jarak pandang terbatas, pengamatan maksimal dari anjungan kapal menjadi penting. Pengamatan dilakukan dengan memadukan penglihatan visual menggunakan binokular dengan pemantauan data dari radar dan Automatic Identification System (AIS) secara terus-menerus.

“Kami sudah sampaikan imbauan, untuk melaksanakan lookout atau pengamatan secara maksimal untuk menjamin keselamatan pelayaran, sesuai dengan peraturan Internasional pencegahan tubrukan di laut,” katanya.

Faisal juga mengimbau nakhoda menggunakan jalur (track) yang telah tersimpan pada GPS. Di samping itu, ketika memasuki alur pelayaran, kapal diminta tetap menjaga jarak dan kecepatan aman.

Baca Juga: Karhutla Kembali Terjadi di Singkawang, Bara Kebakaran Sehari Sebelumnya Diduga Kembali Menyala

“Ketika melintasi alur, kami imbau nakhoda tetap menyalakan lampu navigasi pada siang hari dan juga membunyikan isyarat suling guna memberitahu kapal-kapal kecil seperti nelayan ataupun perahu, bahwa kapal yang lebih besar akan melintas,” katanya.

Selain aspek keselamatan pelayaran, KSOP juga mengingatkan penumpang untuk melindungi diri dari paparan kabut asap dengan menggunakan masker selama berada di kapal maupun kawasan pelabuhan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat penumpang yang berada di area pelabuhan agar tetap menggunakan masker guna menghindari ISPA yang diakibatkan kabut asap,” katanya. (fah)

Editor : Miftahul Khair
karhutla Sambas Pelayaran Sintete KSOP Sintete keselamatan pelayaran kabut asap