PONTIANAK POST – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terlihat kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas, Kamis (10/9) siang menjelang sore. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan di jalan raya.
Pantauan di Selakau menunjukkan kabut asap cukup jelas mengurangi jarak pandang saat berkendara. Pada jarak kurang lebih 200 meter, kendaraan di depan sudah kurang terlihat jelas karena terselimuti kabut asap.
“Kalau kondisi kabut asap ini, jarak pandang maksimal kurang lebih 200 meter. Jadi kendaraan di depan, sudah terselimuti kabut asap,” kata Yansah, Kamis (10/9).
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Polsek Jangkang-Sanggau Bangun Sumur Bor untuk Warga
Kondisi tersebut membuat Yansah meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. “Kurangi kecepatan, takut sama-sama laju nanti tidak begitu jelas kendaraan dari arah sebaliknya,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Kecamatan Pemangkat. Kabut asap bahkan membuat Gunung Gajah tertutupi. Menara Masjid At Taqwa Pemangkat juga terlihat samar-samar.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat ketika memasuki Kecamatan Semparuk. Wilayah tersebut diguyur hujan sekitar pukul 13.36 WIB. Saat memasuki wilayah Kecamatan Tebas, kabut asap kembali terlihat. Kondisi serupa juga terpantau di wilayah Sebawi dan Kecamatan Sambas.
Krisis Air Bersih
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah masyarakat di Dungun Perapakan, Kecamatan Tebas, mendapatkan bantuan air bersih dari Koramil Tebas dan pemerintah desa setempat. Warga kesulitan mendapatkan air bersih karena hujan belum turun dan kemarau masih berlangsung.
“Kami dari Koramil 03/Tebas bersama dengan pemerintah desa, melakukan droping air bersih kepada warga pada Kamis (10/9),” kata Danramil 03 Tebas, Kapten Inf Sulistiono, Kamis (10/9).
Pembagian air bersih tersebut dilakukan setelah adanya keluhan warga yang disampaikan melalui Babinsa setempat. Stok air bersih warga disebut sudah habis karena hujan tak kunjung turun.
“Pembagian dilakukan di Dusun Kemuning Desa Dungun Perapakan, yang dimana warga melalui pemerintah desa setempat menyampaikan keluhan kepada Babinsa, dan hari ini kami bersama pemdes, merespon dengan mendatangkan air untuk warga,” katanya.
Sulistiono mengatakan kebutuhan air bersih warga masih tinggi. “Siang ini kami mendroping sekitar 2.500 liter dan masih banyak lagi permintaan karena mereka kekurangan air. Jadi kami berharap ada pihak terkait lainnya bisa membantu masyarakat setempat untuk bantuan air bersihnya, dan silahkan nanti berkoordinasi dengan Babinsa dan pemdes,” katanya.
Kepala Desa Dungun Perapakan, Husin, menyampaikan apresiasi kepada Koramil 03/Tebas yang telah mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Baca Juga: Kunjungan ISPA dan Diare di Pontianak Meningkat, Kabut Asap hingga Air Bersih Disorot
“Alhamdulillah adanya bantuan dari Koramil Tebas yakni air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya. Bantuan air tersebut dimanfaatkan warga, khususnya RT 3 dan RT 4, yang selama ini belum tersentuh bantuan air. (fah)
Editor : Miftahul Khair