Petani Semparuk Manfaatkan Limbah Tahu untuk Siram dan Pupuk Cabai di Tengah Kekeringan

Fahrozi PP • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB
Petani memanfaatkan limbah pabrik tahu untuk penyiraman dan pemupukan tanaman cabai.
Petani memanfaatkan limbah pabrik tahu untuk penyiraman dan pemupukan tanaman cabai.

PONTIANAK POST - Di tengah keterbatasan air akibat kekeringan, petani di Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, memanfaatkan limbah produksi tahu untuk membantu penyiraman sekaligus pemupukan tanaman cabai.

Sukiman, petani Desa Semparuk, mengatakan limbah dari usaha rumah tangga produksi tahu diolah terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan untuk tanaman.

“Limbah dari usaha rumah tangga pembuatan tahu terlebih dahulu diproses fermentasi sebelum dapat digunakan sebagai pupuk organik,” kata Sukiman.

Baca Juga: Politeknik Negeri Ketapang Dorong Warga Sukabaru Olah Limbah Laut Jadi Pupuk Organik

Menurutnya, tanaman cabai sangat rentan terhadap kondisi cuaca panas sehingga penyiraman menjadi hal penting. Namun, keterbatasan air selama musim kemarau membuat petani kesulitan.

“Selama El Nino, petani banyak yang takut menanam cabai karena keterbatasan air. Jadi, kami mencoba memanfaatkan limbah produksi tahu untuk penyiraman dan pemupukan. Kami mencoba membuat desain budidaya cabai agar tidak hanya berumur empat atau enam bulan, tetapi bisa terus berproduksi sepanjang tahun,” katanya.

Ia berharap inovasi budidaya tersebut dapat mendukung pertumbuhan tanaman cabai sehingga hasil panen maksimal. Pemanfaatan limbah produksi tahu juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Ini menjadi inovasi kami memanfaatkan limbah produksi tahu sebagai pupuk organik. Hal ini kami lakukan untuk menjaga produktivitas tanaman cabai agar dapat bertahan lebih lama sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” katanya.

Baca Juga: Bupati Sambas Minta Semua Pihak Bergerak Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Sukiman meyakini penggunaan bahan organik dapat membantu memperpanjang masa produktif tanaman cabai, termasuk masa panen. Dengan masa produktif yang lebih panjang, pasokan cabai diharapkan lebih stabil.

Namun, pemanfaatan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan pengamatan. Pihaknya masih ingin memastikan kandungan serta efektivitas limbah yang digunakan sebelum mendorong masyarakat menerapkannya secara lebih luas.(fah)

Editor : Miftahul Khair
kekeringan Sambas Petani Semparuk Limbah Tahu Pupuk Organik Budidaya Cabai