Stunting Sambas Jadi Perhatian, Pemkab Perkuat Genting dan Gandeng Banyak Pihak untuk Menekan Angka

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:55 WIB
H Heroaldi Djuhardi Alwi
H Heroaldi Djuhardi Alwi

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sambas bersama TP PKK dan sejumlah instansi terkait memperkuat kolaborasi dalam penanganan dan pencegahan stunting. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus.

Wakil Bupati Sambas H Heroaldi Djuhardi Alwi mengatakan, Pemkab Sambas memberikan perhatian penuh terhadap penanganan dan pencegahan stunting. Sejumlah langkah strategis terus dilakukan untuk menekan angka stunting.

“Persoalan stunting terus mendapatkan perhatian, terlebih saat ini angka stunting berada pada posisi tertinggi di Kalimantan Barat. Sehingga kerja bersama, komitmen, serta dukungan dari seluruh pihak menjadi penting,” katanya.

Baca Juga: Cegah Stunting, Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Latih Kader Posyandu Gunakan Aplikasi CETING

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Gerakan Sambas Peduli Stunting (Genting). Program tersebut diharapkan menjadi aksi nyata untuk menanggulangi sekaligus mencegah stunting.

“Gerakan Sambas Peduli Stunting (Genting), Pemerintah Kabupaten Sambas berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TP-PKK, perangkat daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat, menjadi langkah bersama untuk cegah dan tanggulangi stunting,” katanya.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh unsur, termasuk dunia usaha, lembaga sosial, organisasi masyarakat, serta masyarakat itu sendiri.

Komitmen kolaborasi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan sejumlah mitra strategis. Salah satunya Baznas Kabupaten Sambas yang memberikan bantuan pembangunan dua unit rumah layak huni. Selain itu, UPZ Masjid memberikan bantuan nutrisi kepada 74 sasaran Keluarga Risiko Stunting (KRS) selama enam bulan.

Baca Juga: El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Pemkab Sambas Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

Dukungan juga diberikan oleh Wahana Visi Indonesia melalui bantuan berupa bibit ternak ayam dan tanaman sayur. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. (fah)

Editor : Miftahul Khair
Stunting Sambas Gerakan Genting Keluarga Risiko Stunting TP PKK Sambas pemkab sambas