Aksi Nyata ASP Group Regional Sambas: Perkuat Pencegahan Karhutla, Hotspot Dilaporkan Nihil

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB
Foto bersama ASP Group regional sambas, Siagakan 115 Personel dan 18 Menara Pantau
Foto bersama ASP Group regional sambas, Siagakan 115 Personel dan 18 Menara Pantau

PONTIANAK POST - Pihak ASP Region Sambas yang mencakup PT PT Rana Wastu Kencana, PT Karya Boga Mitra dan PT Karya Boga Kusuma pada Rabu (16/9) melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla dengan melibatkan unsur Pemda Sambas, Kecamatan, Desa Maribas, Desa Maribas, Desa Madak, BPBD Sambas, Manggala Agni Daop Singkawang, Polsek Tebas, Polsek Subah, tokoh masyarakat, juga dihadiri oleh Tim Penyuluh Mabes TNI.

Kegiatan yang diikuti GMP ASP Group Regional Sambas, Bpk. Andreas Utaryo dan jajaran diantaranya SEM, EM, jajaran Manager tersebut juga melibatkan Masyarakat Adat, Masyarakat Peduli Api dan jajaran karyawan ini, guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI, Brigjen TNI Albert B Tiranda apresiasi kepada pihak perusahaan, dimana pihaknya sesuai perintah Panglima TNI, pihaknya melaksanakan penyuluhan di wilayah Kalimantan Barat khususnya di Sambas. Hasil monitoring terbaru, saat ini kondisi Sambas sudah semakin baik dibandingkan dengan wilayah lain. Dan titik api sudah mulai menurun. Semoga kondisi ini akan terus tetap lebih baik.

Baca Juga: Polda Kalbar dan Pemprov Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, Minta Warga Lapor Titik Api

“Kami berharap kondisi titik api tidak ada sehingga seluruh aktivitas masyarakat bisa normal,” katanya.

Dalam pelaksanaan penyuluhan pihaknya bersinergi dengan TnI Polri, kemudian dengan pemerintah daerah, dengan pemerintah kecamatan, desa, kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perusahaan dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Kami akan terus melakukan penyuluhan sehingga titik api benar benar nihil di wilayah Kabupaten Sambas,” katanya. Guna memperluas jangkauan kegiatan, Tim Penyuluh Mabes TNI membagi personilnya yang menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Dalam penyuluhan, pihaknya mengingatkan masyarakat dan pemerintah agar mulai mengantisipasi dampak lanjutan setelah berakhirnya kemarau panjang.

GMP ASP Group Regional Sambas, Andreas Utaryo menyampaikan pada hari ini, pihaknya mengadakan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Kegiatan melibatkan unsur pemerintah Kecamatan Subah, Kecamatan Tebas, BPBD Sambas, Manggala Agni, kepolisian, TNI, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kami sengaja melibatkan unsur masyarakat dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai upaya meningkatkan peran masyarakat secara luas dalam menjaga lingkungan dari bahaya karhutlai. selain itu sebagai sarana

mengedukasi bagaimana secara bersama-sama menjaga agar tak terjadi karhutla ditengah Elnino yang sekarang melanda seluruh dunia termasuk di Kabupaten Sambas,” kata Andreas Utaryo, Rabu (16/9).

Terutama di wilayah hutan dan lahan yang ada di lingkungan ASP Region Sambas. Pihaknya akan terus bersama-sama masyarakat menjaga agar tak sampai terjadi karhutla. “Kami dengan masyarakat, terus berkolaborasi menjaga kondisi hutan dan lahan dengan cara, koordinasi, mendeteksi, menganalisa potensi karhutla disekitar wilayah kerja PT RWK, KBM, dan KBK. Jadi bagaimana kita menjaga. Artinya jangan sampai dari hal-hal yang kecil ini menjadi besar,” katanya.

Di perusahaan, juga sudah memiliki tim yang bersiaga turun memadamkan api jika ada kebakaran lahan. Tim sudah dilengkapi alat pemadam kebakaran standar ISPO perkebunan kelapa sawit pencegahan dan penangulangan kebakaran yang sesuai resiko dan luas areal. Kemudian ada regu yang berjumlah 115 orang. Kemudian kita juga memiliki menara pantau api 18 unit, satu unit mobil damkar, Embung.

“Ini menjadi komitmen kami dalam rangka menjaga, jangan sampai nanti muncul titik api. Jadi penanganannya sementara dari hal-hal yang kecil ini, dari hal- hal yang kecil kami melihat sehingga tim bergerak. Jadi sementara ini kondisi di sekitar kebun perusahaan dan milik masyarakat sekitar kerja ASP Region Sambas yakni di wilayah kerja PT RWK, KBM, KBK dalam kondisi aman dan terkendali,” katanya.

Pihak perusahaan, juga telah melaksanakan mitigasi bencana. Kemudian kedepannya akan ada program-program oleh perusahaan, termasuk melibatkan pihak karyawan agar juga menjadi ujung tombak pencegahan karhutla.

Pemantauan juga dilakukan secara intensif, bahkan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat pada malam hari. “Tim kami hampir 24 jam kerja melakukan pemantauan di 18 pos. Kemudian kami berkoordinasi dengan desa-desa, dusun sekitar , terkait informasi. Kalau ada melihat titik-titik api atau hotspot, itu wajib disampaikan dan siap bergerak," katanya.

Pihak perusahaan, juga akan membuka ruang keterlibatan masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk kemungkinan dukungan peralatan pemadam kebakaran.

Kasi Trantib Kecamatan Tebas, Biandi, mengatakan kecamatan terus berkoordinasi dengan kepala desa dan Masyarakat Peduli Api untuk mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan ditengah musim kemarau akibat Elnino.

“Kami di pihak Kecamatan juga ikut berkontribusi bersama-sama dengan instansi terkait lainnya, seperti kepolisian dan TNI, MPA dalam angka mengendalikan api di titik-titik api yang ada di wilayah Kecamatan Tebas,” katanya.

Dirinya menyampaikan, hasil dari upaya bersama sampai sekarang ini, berkurang dan sudah nihil. Terlebih adanya hujan turun sehingga kebakaran yang ada, bisa padam maksimal. 

“Kedepannya, bagaimana pemerintah kecamatan dan pihak terkait lainnya membuat program untuk mencegah supaya karhutla tidak terulang kembali, termasuk memasang spanduk imbauan ke sejumlah titik,” katanya.

Kepala Benua Tampang Laut, Kecamatan Tebas, Petrus Atan menyampaikan dalam

rangka membantu pemerintah mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat adat selalu memberikan imbauan, agar semua pihak waspada. “Apapun bentuknya mereka harus bersedia untuk membantu mengawasi di lingkungan sekitar, termasuk di lingkungan PT RWK, KBK dan KBM yang memang berdekatan dengan wilayah Benua Tampang Laut. Sehingga tak sampai terjadi karhutla,” katanya.

Lembaga adat, selalu berkoordinasi berkoordinasi dengan Kepala Adat dan Kepala Desa, baik yang di wilayah dusun-dusun, yang ada di wilayah Benua Tampang Laut.

Tokoh masyarakat adat Desa Maribas, Kecamatan Tebas, Bernadus Atun mengatakan

Masyarakat Adat Desa Maribas menyambut baik tentang sosialisasi yang dilaksanakan pihak perusahaan. Ini juga upaya mendukung pemerintah pusat dalam rangka menjaga wilayah agar tak sampai terjadi karhutla. 

“Kami tidak henti-hentinya door to door ke masyarakat, kemudian menyampaikan imbauan saat ada acara maupun pesta, jika pembakaran itu sangat membahayakan karena banyak dampak negatifnya dirasakan masyarakat,” katanya. 

Pihaknya juga menyampaikan jika ada aturan yang cukup berat, jika terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Hal inilah yang terus ditekankan kepada masyarakat. “Bersyukur, dengan apa yang dilakukan, karhutla di wilayahnya tak sampai terjadi,” katanya.(fah/PK)

Editor : Hanif
karhutla Sambas hotspot Sambas ASP Group Regional Sambas Masyarakat peduli Api pencegahan karhutla