PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sambas akan memperkuat mitigasi bencana dan layanan kesehatan melalui Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi mengatakan, target pendapatan daerah dalam Rancangan Perubahan APBD TA 2026 diproyeksikan meningkat Rp88,97 miliar atau 4,84 persen. Kenaikan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp25,16 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp63,81 miliar.
Menurut Heroaldi, APBD Perubahan TA 2026 diarahkan untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Kayong Utara Kembali Gelar Salat Istisqa, Ikhtiar Minta Hujan di Tengah Kekeringan dan Karhutla
“Menyikapi musim kemarau, Pemkab Sambas berkomitmen melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius dan terpadu melalui sinergi bersama TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, desa, hingga unsur masyarakat,” katanya.
Selain mitigasi bencana, pemerintah daerah akan memperkuat layanan kesehatan rujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Pemkab juga berkomitmen dalam penguatan layanan kesehatan rujukan. Pemkab sepakat untuk terus meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan, khususnya penguatan layanan rujukan penyakit jantung dan stroke melalui pemenuhan fasilitas medis dan kompetensi tenaga kesehatan secara bertahap,” katanya.
Terkait efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sambas menegaskan langkah tersebut dilakukan dengan mengendalikan belanja yang kurang produktif. Anggaran akan diprioritaskan untuk pelayanan dasar, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta program yang berdampak langsung terhadap kemaslahatan masyarakat. (fah)
Editor : Miftahul Khair