Gandeng Mabes TNI dan Warga, ASP Group Perkuat Mitigasi Karhutla di Sambas Tekan Titik Api

Fahrozi PP • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:43 WIB
Kegiatan sosialisasi memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar ASP Group Regional Sambas, Rabu (16/9) melibatkan sejumlah unsur terkait.
Kegiatan sosialisasi memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar ASP Group Regional Sambas, Rabu (16/9) melibatkan sejumlah unsur terkait.

PONTIANAK POST - ASP Group Regional Sambas memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, masyarakat adat, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai pihak terkait.

Kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla tersebut digelar Rabu (16/9) dan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Sambas, pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Maribas dan Desa Madak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sambas, Manggala Agni Daops Singkawang, Polsek Tebas, Polsek Subah, tokoh masyarakat, serta Tim Penyuluh Mabes TNI.

Kegiatan juga diikuti GMP ASP Group Regional Sambas Andreas Utaryo bersama jajaran manajemen, karyawan, masyarakat adat, dan MPA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan karhutla di wilayah kerja perusahaan dan sekitarnya.

Baca Juga: Pendapatan Naik Puluhan Miliar, Pemkab Sambas Fokuskan APBD Perubahan 2026 untuk Mitigasi Karhutla

Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Brigjen TNI Albert B Tiranda mengapresiasi langkah perusahaan yang turut memperkuat pencegahan karhutla. Sesuai perintah Panglima TNI, pihaknya melaksanakan penyuluhan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas.

Menurutnya, berdasarkan hasil monitoring terbaru, kondisi Sambas semakin baik dibandingkan wilayah lain dan titik api mulai menurun. “Semoga kondisi ini akan terus tetap lebih baik. Kami berharap kondisi titik api tidak ada sehingga seluruh aktivitas masyarakat bisa normal,” katanya.

Dalam pelaksanaan penyuluhan, pihaknya bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perusahaan dalam rangka mencegah karhutla.

“Kami akan terus melakukan penyuluhan sehingga titik api benar benar nihil di wilayah Kabupaten Sambas,” katanya.

Baca Juga: Kayong Utara Kembali Gelar Salat Istisqa, Ikhtiar Minta Hujan di Tengah Kekeringan dan Karhutla

Untuk memperluas jangkauan kegiatan, Tim Penyuluh Mabes TNI membagi personelnya untuk menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.

GMP ASP Group Regional Sambas Andreas Utaryo mengatakan, sosialisasi tersebut secara khusus membahas pencegahan karhutla.

“Kami sengaja melibatkan unsur masyarakat dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai upaya meningkatkan peran masyarakat secara luas dalam menjaga lingkungan dari bahaya karhutla. Ini juga sebagai sarana mengedukasi bagaimana secara bersama-sama menjaga agar tak terjadi karhutla di tengah El Nino yang sekarang melanda seluruh dunia termasuk di Kabupaten Sambas,” kata Andreas Utaryo.

Menurutnya, pencegahan terutama dilakukan di wilayah hutan dan lahan yang berada di sekitar lingkungan ASP Region Sambas.

“Kami dengan masyarakat terus berkolaborasi menjaga kondisi hutan dan lahan dengan cara koordinasi, mendeteksi, menganalisa potensi karhutla di sekitar wilayah kerja PT RWK, KBM, dan KBK. Jadi bagaimana kita sama-sama menjaga. Jangan sampai dari yang kecil menjadi besar,” katanya.

Perusahaan juga memiliki tim yang bersiaga untuk turun memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan. Tim tersebut dilengkapi alat pemadam kebakaran standar ISPO perkebunan kelapa sawit untuk pencegahan dan penanggulangan sesuai risiko dan luas areal.

Baca Juga: Kapolres Ketapang Naik Helikopter BNPB Pantau Karhutla, Titik Api Jadi Perhatian

Regu yang disiapkan berjumlah 115 orang. Selain itu, perusahaan juga memiliki 18 unit menara pantau api, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta embung.

“Ini menjadi komitmen kami dalam rangka menjaga, jangan sampai nanti muncul titik api. Sementara ini kondisi di sekitar kebun perusahaan dan milik masyarakat sekitar kerja ASP Region Sambas yakni di wilayah kerja PT RWK, KBM, KBK dalam kondisi aman dan terkendali,” katanya.

Pihak perusahaan juga telah melaksanakan mitigasi bencana. Ke depan, perusahaan akan menjalankan sejumlah program, termasuk melibatkan karyawan sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla. Pemantauan dilakukan secara intensif dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat, termasuk pada malam hari.

“Tim kami hampir 24 jam kerja melakukan pemantauan di 18 pos. Kemudian kami berkoordinasi dengan desa-desa, dusun sekitar, terkait informasi. Kalau ada melihat titik-titik api atau hotspot, itu wajib disampaikan dan siap bergerak," katanya.

Baca Juga: Kejari Bengkayang Siapkan Tiga Instrumen Hukum untuk Penanganan Karhutla, Perdata hingga Perdana

Perusahaan juga akan membuka ruang keterlibatan masyarakat melalui kelompok MPA, termasuk kemungkinan dukungan peralatan pemadam kebakaran.(fah/PK)

Editor : Miftahul Khair
ASP Group Sambas Mabes TNI Sambas Titik Api Menurun Andreas Utaryo pencegahan karhutla