Kabut asap masih menyelimuti Sambas meski karhutla berkurang. Hujan membantu pemadaman, tetapi asap

Fahrozi PP • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:39 WIB
Kondisi kabut asap di Sambas, Kamis (17/9) yang mulai berkurang karena hujan dan gencarnya upaya pemadaman karhutla.
Kondisi kabut asap di Sambas, Kamis (17/9) yang mulai berkurang karena hujan dan gencarnya upaya pemadaman karhutla.

PONTIANAK POST - Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, Kamis (17/9), meski kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berkurang. Sebagian kabut asap diduga berasal dari daerah lain (kiriman).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas Nisa Azwarita mengatakan, kondisi karhutla sudah berkurang drastis karena hujan mulai turun hingga ke lokasi kebakaran serta adanya upaya pemadaman dari berbagai pihak.

Menurut Nisa, sekitar tiga hari sebelumnya masih terdapat titik api di tujuh desa. Namun, pada Kamis (17/9), karhutla tinggal di dua desa, yakni Desa Lela dan Desa Sungai Nilam. Di dua desa tersebut, penanganan sudah memasuki tahap pendinginan.

Baca Juga: Hotspot Karhutla Kalbar Turun Jadi 21 Titik, Kabut Asap Masih Terlihat

“Titik api di tujuh desa sebelumnya, sudah dilakukan pemadaman dan berhasil. Namun sekarang ini tinggal di dua desa yang ada, sehingga kabut asap masih terlihat di Sambas,” katanya.

Nisa menjelaskan, sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api masih dapat menyala di bawah permukaan meski dari atas terlihat sudah tidak ada api. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

Selain dari karhutla di wilayah Sambas, kabut asap juga masuk dari beberapa daerah lain. Kondisi tersebut membuat asap masih terlihat meski titik api di Sambas telah berkurang.

“Angin mengarah ke wilayah Sambas, sehingga kabut asap yang masih ada ini juga kiriman dari beberapa daerah yang masih terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Sintete, Jarak Pandang Kapal Hanya 1-2 Mil Laut

Terkait status bencana, Nisa mengatakan Sambas masih dalam status tanggap darurat kabut asap akibat karhutla. Status tersebut berlaku hingga 30 September 2026 sesuai surat keputusan.

Sementara itu, sejumlah masyarakat mengaku kabut asap mulai berkurang setelah hujan beberapa kali turun di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut juga didukung upaya berbagai pihak dalam memadamkan api.

“Alhamdulillah, hujan sudah beberapa kali turun di Sambas, kabut asap mulai berkurang, mudah-mudahan tak muncul lagi kebakaran hutan dan lahan,” kata Ani, warga Sambas.

Hal serupa disampaikan Abdul, warga Sejangkung. Di wilayahnya, hujan juga mulai turun. Selain mengurangi kabut asap, kondisi tersebut membuat telaga, sumur tanah, dan sumber air mulai terisi kembali.

“Alhamdulillah, air untuk kebutuhan sehari hari di rumah sudah ada, tempat penampungan air sudah penuh, kemudian sumur juga sudah mulai terisi air,” katanya.

Kabut asap sebelumnya juga sempat mengganggu sejumlah kegiatan masyarakat. Salah satunya Car Free Day (CFD) Sambas yang beberapa pekan terakhir ditunda.

Baca Juga: Gandeng Mabes TNI dan Warga, ASP Group Perkuat Mitigasi Karhutla di Sambas Tekan Titik Api

Ketua Panitia CFD Sambas Indra Nova mengatakan kegiatan yang dilaksanakan setiap Minggu tersebut direncanakan kembali digelar setelah kondisi kabut asap membaik.

“Direncanakan CFD Sambas yang dilaksanakan setiap hari Minggu, nanti akan digelar. Setelah kurang lebih tiga kali tertunda karena kabut asap,” kata Indra.

Namun, pelaksanaan CFD masih menunggu instruksi Dinas Perhubungan sebagai leading sector kegiatan tersebut.

“Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengatakan hujan mulai turun di sejumlah wilayah dan membantu upaya pemadaman karhutla. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini melakukan pemadaman, baik siang maupun malam.

Baca Juga: CFD Sambas Disiapkan Lebih Meriah, Kegiatan hingga Akhir Tahun Ditargetkan Dongkrak UKM

“Kami di DPRD Kabupaten Sambas, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini turun memadamkan api karhutla baik siang dan malam,” katanya.

Pantauan Kamis (17/9), sejumlah wilayah masih terselimuti kabut asap meski kondisinya berkurang dibanding sebelumnya. Di Kota Sambas, kabut asap terlihat sejak pagi hingga sore hari. (fah)

 

Editor : Miftahul Khair
karhutla Sambas Kabut Asap Sambas asap kiriman tanggap darurat karhutla. BPBD Sambas