PONTIANAK POST – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan masyarakat Kabupaten Sambas hingga Minggu (20/9). Kondisi yang disebut telah berlangsung lebih dari dua bulan tersebut mengganggu sejumlah aktivitas dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan.
Kabut asap masih terlihat cukup tebal pada Minggu (20/9), seperti di wilayah Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas. Kondisi ini terlihat jelas ketika memasuki siang hingga sore hari. Matahari tampak seperti terlindungi asap dan langit tidak terlihat biru.
Kondisi serupa terlihat di wilayah Kecamatan Sebawi. Jalan raya di wilayah tersebut juga diselimuti kabut asap sehingga berpengaruh terhadap jarak pandang. Kondisi yang sama juga tampak ketika memasuki wilayah Kecamatan Tebas.
Baca Juga: Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Kasus ISPA serta Diare di Kubu Raya Ikut Meningkat
“Di Tebas lumayan kuat kabut asapnya pada Minggu (20/9), padahal hujan sudah ada turun, kemungkinan ini asap kiriman dari daerah lain,” kata Nudi, seorang warga, Minggu (20/9).
Dia berharap kondisi kabut asap segera hilang karena sangat mengganggu, terutama kesehatan anak. “Kami sudah hidup dengan kabut asap akibat karhutla lebih dari dua bulan,” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengimbau masyarakat tetap mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas.
“Kami berharap masyarakat untuk tak bosan mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, termasuk anak-anak atau orang tua, hal ini untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga Kayong Utara, Jarak Pandang Terbatas Pagi dan Sore
Sesuai pantauan kualitas udara IQAir per Minggu (20/9), kualitas udara disebut tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kadar PM2,5 tercatat sebesar 43 µg/m³ dan termasuk kategori sedang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ponidi, mengimbau masyarakat menghindari kegiatan di luar rumah di tengah kabut asap yang masih kuat. Perhatian khusus diminta diberikan terhadap kesehatan anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Jangan terlalu banyak beraktivitas di luar rumah. Terus, jika memang harus ada kegiatan di aktivitas di luar rumah, kami harapkan selalu menggunakan masker secara konsisten. Maksudnya masker dipasang, dipakai selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi air putih dan buah-buahan yang mengandung vitamin C agar stamina tubuh tetap terjaga.
Jika masih mengalami gangguan saluran pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kami berharap semua untuk saling menjaga agar suasana kabut asap tidak diiringi dengan peningkatan kasus ISPA. Jika dilaksanakan, mudah-mudahan langkah-langkah tersebut efektif mencegah ISPA,” katanya. (fah)
Editor : Miftahul Khair