PONTIANAK POST – Hasil panen padi petani Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, belum mencapai target akibat cuaca panas dan kemarau serta serangan hama tikus. Dalam satu hektare lahan, petani memperoleh gabah sekitar 8,26 ton.
Heri mengatakan dirinya belum lama ini memanen padi di sawah yang digarap bersama petani lain di Desa Serunai, Kecamatan Salatiga. Berdasarkan metode ubinan, hasilnya mencapai sekitar 10,16 ton per hektare. Setelah dipanen menggunakan combine harvester atau komben, gabah yang dihasilkan sekitar 8,26 ton per hektare.
“Sudah dipanen. Hasilnya, dengan metode ubinan per hektar menghasilkan sekitar 10,16 Ton padi. Setelah di komben, menghasilkan gabah kurang lebih 8,26 ton per hektare,” kata Heri, Minggu (20/9).
Baca Juga: LEISA Genjot Panen Padi: Produktivitas Naik 45 Persen, Pemupukan dan Penyemprotan Hemat 98 Persen
Sebelum panen, Heri dan petani lain di Serunai sempat khawatir dengan kondisi tanaman padi. Pasalnya, kemarau dan cuaca panas melanda, ditambah serangan hama tikus.
“Cuaca panas dan kemarau, memicu munculnya hama tikus meski hanya jumlah kecil yang dirusak. Alhamdulillah, panen masih dilakukan dengan hasil yang lumayan, meski angka tersebut tak sesuai dengan target, karena kami menargetkan satu hektar bisa 10 ton gabah,” katanya.
Heri mengatakan perawatan ekstra dilakukan di tengah cuaca panas dan kemarau serta serangan hama tikus. Di antaranya dengan mengalirkan air ke sawah menggunakan mesin pompa. Pembasmian hama tikus juga dilakukan secara bersama-sama.
“Berbagai upaya kami lakukan bersama petani lain, mulai dari menyedot air, melakukan pembasmian hama tikus secara bersama-sama, dan tentunya perawatan,” katanya.
Baca Juga: BP BUMN Apresiasi Perum Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PKB, Yakob Pujana, mengapresiasi kegigihan dan ketekunan petani muda asal Serunai, Kecamatan Salatiga, tersebut.
“Kami mengapresiasi atas ketekunan dari petani yang selama ini bersemangat mengelola pertanian sehingga hasilnya bisa maksimal,” katanya.
Yakob menyebut apa yang dilakukan Heri dan petani lain menjadi bentuk nyata kontribusi dalam rangka program ketahanan pangan. Terlebih, Kabupaten Sambas selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kalimantan Barat. (fah)
Editor : Miftahul Khair