Kabut Asap Karhutla Parah? Aktivitas Perlintasan di PLBN Aruk Sambas Anjlok Hingga 50 Persen

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB
Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas, M Rhazes Raflie,
Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas, M Rhazes Raflie,

PONTIANAK POST - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memengaruhi aktivitas perlintasan orang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Sambas. Jumlah pelintas disebut berkurang hampir 50 persen, baik yang masuk ke Indonesia maupun keluar menuju Malaysia.

Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sambas M Rhazes Raflie mengatakan, kabut asap di Kalimantan Barat maupun sejumlah wilayah di Malaysia berpengaruh terhadap aktivitas perlintasan di PLBN Aruk.

“Ada pengurangan yang cukup banyak, bahkan sesuai data hampir mencapai lima puluh persen, baik itu yang datang atau yang keluar,” katanya.

Baca Juga: Bukan Cuma Literasi, Empat Isu Pendidikan Kalbar Ini Dibahas, Kabut Asap Ikut Jadi Sorotan

Menurut dia, penurunan terutama terjadi pada pelintas dengan tujuan wisata atau liburan. Sementara itu, perlintasan untuk keperluan tertentu seperti kunjungan keluarga dan berobat masih berlangsung seperti biasanya.

“Kalau untuk kunjungan keluarga atau berobat, tak terpengaruh oleh asap karhutla, hanya untuk kegiatan wisata atau liburan yang ada penurunan, baik yang masuk ke wilayah Indonesia maupun ke Malaysia,” katanya.

Penurunan jumlah pelintas tersebut, lanjutnya, berdasarkan data mulai terlihat sejak Juli 2026, khususnya warga yang melintas menuju Malaysia.

Meski demikian, pengaruh asap terhadap perlintasan melalui PLBN Aruk dinilai tidak terlalu parah karena menggunakan jalur darat. Kondisinya berbeda dengan perjalanan melalui bandara yang menggunakan pesawat terbang.

Baca Juga: Karhutla Kepung Musim Kering, Bupati Kayong Utara Puji Aksi Hebat Relawan Anti Api dan Asap

Seiring masuknya musim penghujan, saat ini aktivitas perlintasan di PLBN Aruk mulai mengalami kenaikan kembali.

Sementara itu, pengajuan paspor tidak terpengaruh kabut asap. Menurut Rhazes, warga yang datang mengurus paspor umumnya sudah memiliki rencana perjalanan dan membutuhkan paspor sebagai persiapan.

“Kalau sehari kuota kan 50 orang, tapi itu pun jarang terpenuhi keseluruhan. Jadi, normal seperti biasa,” katanya.(fah)

 

Editor : Miftahul Khair
karhutla Sambas dan Perlintasan Batas kabut asap plbn aruk imigrasi sambas