Kasus ISPA Sambas Capai 17.782 hingga September 2026, Warga Diingatkan Jaga Kesehatan

Fahrozi PP • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:29 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana

PONTIANAK POST – Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan di tengah kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kualitas udara menurun ketika adanya kabut asap akibat karhutla, sehingga kesehatan harus dijaga,” kata Yakob.

Ia mengatakan telah menerima informasi adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama kabut asap. Meski tidak signifikan, kondisi tersebut perlu diantisipasi.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Picu ISPA pada 40 Ribu Balita, Pilu Curhatan Orang Tua Viral di Media Sosial

“Kami juga menerima data dari kesehatan, jika selama kabut asap, terjadi peningkatan kasus ISPA, dan petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas maupun Rumah Sakit sudah mempersiapkan penanganan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di seluruh tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kesiapsiagaan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan peran klaster kesehatan hingga tingkat kecamatan dan desa. Dinkes juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, PMI, TNI/Polri serta lembaga terkait lainnya.

Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, kasus ISPA Sambas tercatat 17.782 selama periode Januari-September 2026. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya. Tahun 2025, jumlah kasus ISPA tercatat 17.452. (fah)

 

Editor : Hanif
dinas kesehatan sambas karhutla Sambas ISPA Sambas Yakob Pujana kabut asap