PONTIANAK POST - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sambas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga merespons berbagai aduan masyarakat, termasuk evakuasi tawon dan ular yang masuk ke permukiman.
Ketua BPK Swasta Sambas Yakob Pujana mengatakan petugas damkar tetap merespons laporan masyarakat di luar kejadian kebakaran.
“Masyarakat banyak juga melaporkan adanya hal lain, jadi bukan semata adanya kebakaran. Kami sebagai petugas damkar, akan merespons dengan sebaik mungkin,” kata Yakob yang juga anggota DPRD Kabupaten Sambas, Minggu (26/9).
Baca Juga: Kemarau Panjang, Damkar Jaguar Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Nusapati
Salah satu laporan diterima pada 7 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Warga Taman Lunggi melaporkan bahwa di kediamannya terdapat sarang tawon. Tawon tersebut bahkan telah menggigit penghuni rumah dan tetangga hingga pingsan.
“Sebanyak enam anggota BPKS langsung turun ke lapangan untuk mengevakuasi tawon yang membahayakan warga,” katanya.
Pada 30 Agustus 2026 malam, petugas juga menerima laporan ular masuk ke rumah warga di Kompleks Eselon Jalur 2. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan berhasil menangkap ular tersebut.
Jalan licin akibat tumpahan solar atau minyak di jalan raya, juga menjadi laporan yang sering disampaikan warga. Pada 16 September 2026, anggota BPKS Sambas turun melakukan penyemprotan dan pembersihan agar tumpahan solar tidak membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga: Jalan Licin Akibat Tumpahan Solar dan CPO di Sambas, Damkar Turun Cegah Kecelakaan
“Tumpahan solar di jalan raya membahayakan pengguna jalan, sehingga harus dibersihkan dengan air yang diberi sabun agar bersih,” katanya. (fah)
Editor : Miftahul Khair