PONTIANAK POST - Kabupaten Sambas diprediksi mengalami curah hujan tinggi pada Oktober hingga Desember. Wakil Bupati Sambas H Heroaldi meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan agar hujan tidak menimbulkan bencana.
Heroaldi mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan akan sering turun di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sambas. “Sesuai dengan prakiraan dari BMKG, hujan akan sering turun di sejumlah wilayah termasuk di Kabupaten Sambas, ini patut disyukuri,” kata Heroaldi, kemarin.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama. Curah hujan tinggi diharapkan menjadi berkah, terutama karena titik api karhutla saat ini dilaporkan nol.
Baca Juga: BMKG Kalbar Ingatkan Masyarakat Waspada Ancaman Karhutla Saat Jeda Hujan 2-9 Oktober 2026
“Hal ini perlu diantisipasi, dimana sesuai prediksi BMKG, pada Oktober, November dan Desember curah hujan di Kabupaten Sambas termasuk tinggi. Ini menjadi berkah karena titik api kebakaran hutan dan lahan benar-benar nol,” katanya.
Heroaldi berharap kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dapat mencegah hujan menjadi ancaman bencana.
“Kesiapsiagaan bersama, sehingga air yang melimpah dan hujan yang turun bukan menjadi ancaman dan mudah-mudahan dengan doa dan upaya yang selalu dilakukan, Kabupaten Sambas terhindar dari bencana alam yang tidak diinginkan,” katanya.
Sejumlah warga menyambut baik hujan yang mulai sering turun. Eri, warga Sambas, mengatakan hujan membantu menghilangkan kabut asap, mendinginkan udara, sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Baca Juga: Hujan Petir Berpotensi Guyur Pontianak, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi
“Alhamdulillah, air untuk keperluan sehari-hari sudah aman. Sumur telaga juga sudah penuh,” katanya.
Hal serupa disampaikan Hendri, warga Sejangkung. Menurutnya, hujan membuat persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari kembali aman.
“Alhamdulillah, air hujan yang turun menjadi sumber air untuk keperluan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci, kemudian sumur telaga yang ada juga telah terisi,” katanya. (fah)
Editor : Miftahul Khair