PONTIANAK POST - Warga meminta Pemerintah Kabupaten Sambas memasang lampu lalu lintas di simpang tiga Jalan Raya Tebas menuju Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB). Persimpangan tersebut dinilai ramai, terutama pada pagi dan sore hari, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Warga Tebas, Nudi, mengatakan arus kendaraan di simpang tersebut cukup padat, terutama sore hari. Kondisi itu dinilai berisiko karena belum tersedia lampu pengatur lalu lintas.
“Simpang tiga JSSB selalu ramai dan padat, apalagi sore hari. Jadi kami sebagai masyarakat khawatir karena tak ada lampu rambu lalu lintas,” kata Nudi, Kamis (8/10).
Baca Juga: Antrean Solar Ganggu Lalu Lintas, Dishub Pontianak Terapkan Batas Kendaraan di SPBU Mulai Besok
Ia berharap pemerintah memasang traffic light agar arus kendaraan dari berbagai arah dapat teratur.
“Bisa saja dipasang traffic light sehingga nantinya bisa teratur dan tentu saja dalam rangka menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Warga lainnya, Adi, mengatakan titik yang dinilai rawan berada pada arus kendaraan dari JSSB menuju Tebas dan dari arah Sambas menuju JSSB. Menurut dia, pengendara terkadang saling mendahului.
“Itu yang rawan. Biasanya saling adu cepat berbelok,” ujarnya.
Kondisi lalu lintas semakin ramai saat hari libur keagamaan, termasuk Idul Fitri. Kepadatan juga terjadi di ruas jalan sekitar Pasar Tebas.
Baca Juga: Jangan Abaikan Tekanan Ban Motor, Dampaknya Bisa Bikin Boros BBM hingga Risiko Kecelakaan
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Mardani mengatakan usulan pemasangan lampu lalu lintas di simpang tersebut telah disampaikan dalam laporan Banggar DPRD Sambas kepada dinas terkait. Ia meminta kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian dalam penganggaran.
“Pemasangan rambu lalu lintas di kawasan tersebut dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Lokasi itu rawan terutama saat sore hari ataupun hari libur,” katanya.
DPRD berharap pemasangan lampu lalu lintas di simpang tiga Jalan Raya Tebas-JSSB menjadi prioritas. (fah)
Editor : Miftahul Khair