Kasi Perlindungan Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Rahma Kusumawardani menyampaikan pihaknya menghadirkan narasumber dari Tim Manggala Agni DAOPS Sintang Wilayah Kabupaten Sanggau untuk memberikan materi kegiatan yang meliputi teori dan praktek pembuatan cuka kayu sebagai alternatif dalam memanfaatkan sisa hasil tebasan.
Menurutnya, pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan perkebunan kerap kali menjadi awal terjadinya bencana kebakaran lahan dan kebun. Berbagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran lahan dan kebun melalui teknologi pembukaan lahan berkelanjutan terus digalakkan oleh pemerintah.
“Salah satu solusi yang dinilai tepat dan bisa diterapkan adalah dengan cara membuka lahan tanpa membakar. Upaya dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan dan kebun selain memberikan sosialisasi juga dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membuka lahan dengan cara tidak dibakar. Membuka lahan tanpa membakar tentu akan menghasilkan banyak sisa tebasan sebagai limbah pembukaan lahan,” jelasnya.
Satu inovasi yang dapat dilakukan sebagai alternatif yaitu dengan meramu kayu sisa hasil tebasan tersebut menjadi cuka kayu atau asap cair bernilai ekonomi. Cuka kayu adalah cairan berwarna coklat pekat dan berbau sangit yang diperoleh dari distilasi asap yang dihasilkan dari proses pembuatan arang kayu menggunakan alat secara terkontrol.
“Cuka kayu bermanfaat untuk pengentalan getah karet, insektisida atau pembasmi hama, desinfektan, sebagai bahan pengawet makanan, penyubur tanaman, pupuk cair organik dan inhibitor mikroorganisme serta pencegah jamur dan bakteri,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Disbunnak Sanggau turut memberikan bantuan berupa satu unit peralatan pembuat cuka kayu untuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Siaga yang langsung diserahkan kepada ketua kelompok. Harapannya, selain dapat memanfaatkan sisa hasil tebasan diharapkan juga kepada petani tidak membuka lahan dengan cara membakar kedepannya. (sgg) Editor : admin2