Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tanam Tanaman Endemik di Lahan Bekas Tambang

Misbahul Munir S • Minggu, 25 September 2022 | 11:00 WIB
BEKAS TAMBANG : Kondisi area bekas tambang milik Antam yang telah direklamasi di Kecamatan Tayan. SITI/PONTIANAK POST
BEKAS TAMBANG : Kondisi area bekas tambang milik Antam yang telah direklamasi di Kecamatan Tayan. SITI/PONTIANAK POST
TAYAN HILIR – PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat sudah melalukan reklamasi 163 hektare sepanjang tahun ini. Di atas lahan reklamasi, perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau itu, menanam berbagai tanaman endemik di wilayah tersbeut.  "Tanaman endemik daerah Tayan yang ditanam di area reklamasi seperti ulin, tengkawang, durian, dan sebagainya," kata General Manager Antam UBP Bauksit Kalimantan Barat, Anas Safriatna, Kamis (22/9).

Anas menjelaskan, perusahaan mengembangkan berbagai potensi pertanian dan peternakan, serta bersinergi dalam melakukan reklamasi di lahan bekas tambang. Program itu dinamakan Mamalam (Mandiri Manak Man Alam) yang diambil dari Bahasa Dayak yang berarti mandiri bersama alam. Program ini digagas sejak tahun 2014.

Dalam mengelola lahan bekas tambang, Antam menggunakan tandan kosong kelapa sawit (tankos) sebagai media tanam. Teksturnya yang berduri dan kaya unsur hara sangat cocok untuk memperbaiki kondisi lahan pascatambang sekaligus untuk pengendalian erosi.  "Para petani Mamalam membantu kegiatan reklamasi ini terutama dalam hal penyediaan bibit dan penanaman," katanya.

Luas bukaan lahan di UBP Bauksit Kalbar sendiri sebesar 488 hektare. Adapun lahan yang sudah dibuka lainnya, digunakan untuk infrastruktur seperti, perkantoran, jalan tambang, kolam penampungan, dan lainnya, sehingga belum akan direklamasi hingga penutupan tambang.

Anas mengatakan pihaknya bersinergi dengan masyarakat sekitar wilayah operasi menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan keberlanjutan. Bersama Kelompok Tani Mamalam, Antam melakukan optimalisasi potensi pertanian seperti sayuran organik, budidaya jambu kristal, hingga budidaya ikan air tawar yang dilakukan di area CSR Center. "Kami juga bersinergi dalam proses reklamasi pada lahan bekas tambang dengan melibatkan Kelompok Tani Mamalam," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan program Mamalam telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Para petani yang tergabung dalam kelompok ini telah merasakan manfaat dari berbagai produk pertanian dan perikanan yang dikembangkannya.  "Dengan konsep pertanin agribisnis berkelanjutan dan pendampingan yang dilakukan Antam, para petani yang tergabung di Kelompok Tani Mamalam telah memiliki usaha yang stabil dan berkelanjutan, peningkatan pendapatan, dan peningkatan kapabilitas dalam terutama dalam bidang pertanian dan bisnis," pungkasnya. (sti) Editor : Misbahul Munir S
#Lahan Bekas Tambang #Aneka Tambang #Antam #Tanaman Endemik #Tanam #reklamasi