"Terima kasih juga untuk masyarakat Kabupaten Sanggau, karena dukungan masyarakat yang telah mempercayakan Pemkab Sanggau sehingga bisa mendapatkan penghargaan ini," katanya, Senin (14/11).
Orang nomor satu di Bumi Daranante ini juga menyebutkan bahwa Nugra Jasa Dharma Pustaloka didapat sebagai apresiasi pemerintah pusat kepada kepala daerah karena telah mendukung prioritas pembangunan Presiden Republik Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020–2024. Prioritas pembangunan itu, yakni revolusi mental dan pembangunan kebudayaan yang merupakan kegiatan prioritas nasional untuk memperkuat budaya literasi dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter.
"Sebagai komitmen pertanggungjawabannya, layanan-layanan literasi, layanan perpustakaan dan perpustakaan digital serta perpustakaan berbasis inklusi sosial ini akan terus ditingkatkan dan dijadikan program yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Sanggau Arita Apolina, menyebutkan penghargaan yang diterima merupakan tantangan besar yang harus dimaksimalkan implementasinya, serta harus didukung banyak pihak. Karena literasi ini bukan hanya sebatas keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara saja. Literasi itu juga mencakup pemahaman apa yang dibaca, ditulis, dan diungkapkan. Semua ini tidak terlepas dengan kemampuan individu dalam berbahasa. Oleh sebab itu, pentingnya mengkampanyekan gerakan untuk meningkatkan minat baca, dan kebiasaan kegemaran membaca di masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sanggau, Sukri mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau agar memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk meningkatkan literasi, diantaranya perpustakaan.
“Selain kita punya gedung perpustakaan yang banyak dengan buku-buku, kita juga punya Perpustakaan Digital iSanggau,” kata Sukri. (sgg) Editor : Misbahul Munir S