Ketua Dekranasda Kabupaten Sanggau, Arita Apolina menyampaikan, kegiatan pelatihan tenun untuk pertama kalinya diselenggarakan di Sanggau.
"Saya sangat menyambut baik, karena kegiatan ini mencerminkan inovasi baru, kreativitas baru khususnya di bidang kerajinan tenun. Tenun ini yang pertama kali di Kabupaten Sanggau. Oleh karena itu banyak hal yang perlu kita persiapkan berkaitan dengan sumber daya manusianya, karena kita bukanlah penenun, saya yakin dengan dasar-dasar kegiatan dan pelatihan secara terus menerus dan program yang berkelanjutan nantinya bisa berlangsung lebih baik," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut masih tahap pengenalan bagi para peserta. Awal ide, mencetuskan tenun dengan ciri khas Kabupaten Sanggau, yaitu tenun sabang merah dapat dikreasikan dengan lebih baik kedepannya.
"Melalui proses ini, kita diberi kesempatan, peserta maupun masyarakat yang punya bakat, minat dan talenta untuk mengembangkannya di dekranasda ini. Mari bergabung dan terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif untuk masyarakat kita," katanya.
Sementara itu, Kabid Perindustrian dan UMKM pada Dinas Perindagkop Kabupaten Sanggau, Silvester Roy mengatakan pelatihan tenun tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat jangka panjang. Apalagi di masa pasca pandemi ini banyak yang terdampak di sektor UMKM khususnya masyarakat yang ekonomi menengah.
"Pelatihan ini bukan sekedar bantalan seperti jangka pendek melainkan lebih ke jangka panjang yaitu bagaimana meningkatkan sumber daya masyarakat untuk membuat suatu produk yang notabene punya pendekatan kedaerahan, kenapa pendekatan kedaerahan karena itu bisa masuk menjadi kategori barang khusus, barang yang bisa menjadi image, barang menjadi khas oleh-oleh sehingga pengrajin itu setidaknya punya pasar dengan benda-benda hasil pengrajin itu sendiri," jelasnya.
Dikatakannya, dengan hasil pelatihan yang diberikan oleh narasumber asal Bandung, tentu mempunyai tujuan sehingga terciptanya sentra-sentra atau kelompok usaha yang berbasis tenun dan muaranya nanti Sanggau punya tenun khas sendiri yang dibuat oleh tangan-tangan orang Sanggau. (sgg) Editor : Misbahul Munir S