SANGGAU - Peresmian Taman Aronk Belopa Sanggau rencananya akan dilaksanakan pada 2 November 2023 bertepatan dengan acara perpisahan Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengakhiri masa jabatannya. Kegiatan yang rencananya dirangkai dengan pesta rakyat tersebut akan dipusatkan di Komplek Sabang Merah, Kota Sanggau.
Kepala Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Didit Richardi menyampaikan rencana awalnya peresmian akan dilakukan pada pekan ketiga di Bulan Oktober 2023. Namun, ada permintaan dari Bupati Sanggau untuk digabungkan dengan acara perpisahan pada 2 November 2023 mendatang.
"Rencananya tanggal belasan di Bulan Oktober atau pekan ketiga. Tetapi ada permintaan dari Pak Bupati untuk dilaksanakan pada tanggal 2 November 2023. Karena beliau sekalian perpisahan. Tapi rencananya sudah kami diskusikan di awal ini," katanya, Jumat (6/10).
Didit mengatakan, untuk pusat kegiatan akan dilaksnakan di Komplek Sabang Merah. Mengingat akan ada pesta rakyat yang kemungkinan dipadati masyarakat, sehingga mengambil inisiatif tempat berbeda untuk menghindari kerusakan baik tanaman maupun fasilitas yang ada di Taman Aronk Belopa tersebut.
"Nanti acaranya tidak di Aronk Belopa, melainkan di Sabang Merah. Karena dengan masa yang begitu banyak, kita adakan pesta rakyat di situ, khawatirnya taman akan rusak. Terutama rumput dan tanamannya termasuk fasilitasnya. Jadi kami pikirkan untuk dilaksanakan di Sabang Merah. Cuma nanti tanda tangan semua proyek-proyek yang dibangun di masa beliau akan dipusatkan di satu tempat itu, tanda tangan prasastinya," jelasnya.
Didit menambahkan bahwa secara teknis pembangunan Taman Aronk Belopa tidak ada masalah. Pihaknya juga telah melalui pemeriksaan BPK pada tahun 2023 dan akan kembali diperiksa pada tahun 2024 meendatang.
"Secara teknis tidak ada masalah. Tahun lalu (2022) telah diperiksa BPK, tahun ini (2023) baru selesai dan tidak ada masalah. Tahun depan (2024) kan kita baru diperiksa lagi. Kalau melihat dari volume segala macam sudah tidak ada masalah, karena ini kan bukan bangunan fisik tapi tanaman kan dan perlu waktu untuk tumbuh dan banyak belum jadi pohon nih. Karena desainnya (pohon) perindang. Jadi perlu waktu untuk pemeliharaan segala macam. Mudah-mudahan tumbuh bagus, disiram terus sehingga sesuai dengan gambar," terangnya.
Terkait dengan keluhan drainase beberapa waktu lalu, Didit menegaskan telah dilakukan pengecekan dan penanganan sehingga tidak ada lagi masalah kedepannya termasuk saat hujan deras sekalipun.
"Kemarin sempat dikeluhkan soal drainase. Ternyata drainase rupanya tidak masalah. Kemarin itu karena bekas-bekas pekerjaan drainase itu kan lupa dibersihkan. Tetapi setelah dievaluasi dan dibersihkan, alhamdulillah tidak ada tersumbat lagi meskipun hujan deras," tegasnya. (sgg)
Editor : A'an