SANGGAU - Harga sejumlah bahan pangan di Kota Sanggau mengalami kenaikan signifikan. Salah satunya harga cabai yang menembus Rp120 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp85 ribu perkilogram. Begitu juga dengan harga sayuran dan daging sapi.
"Kalau kita amati kenaikan harga pangan ini sudah berlangsung cukup lama. Dan ini terjadi tidak hanya di Sanggau tapi hampir semua kabupaten dan kota di Indonesia," ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Sanggau, Syarief Ibnu Marwan, Senin (11/3).
Menurutnya, yang terpenting bagi masyarakat stok pangan tersedia di pasaran sehingga tidak menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
"Sebenarnya masyarakat itu tidak terlalu pusing, yang penting barangnya ada, jangan pula barangnya tidak ada mahal lagi, nah itu yang bikin susah," katanya.
Marwan menegaskan, kenaikan harga Sembako dan bahan pangan lainnya memang cenderung naik, utamanya jelang hari-hari besar keagamaan karena tingginya permintaan. Pihaknya, tegas dia, tidak bisa melakukan intervensi pasar mengingat semua kebutuhan pangan diambil dari luar Sanggau bahkan di luar Kalbar.
"Kalau untuk Sembako, intervensi kita ya operasi pasar, bekerjasama dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional, serta pihak ketiga dari pedagang," ujarnya.
Marwan berharap, masyarakat tidak terlalu panik dengan kondisi mahalnya harga Sembako dan harga pangan.
Pemerintah diakuinya masih terus berupaya mencari solusi menstabilkan harga Sembako dan harga pangan lainnya.
"Saya yakin pemerintah tidak akan tinggal diam. Kalau ada yang bisa diintervensi ya tetap pemerintah akan lakukan intervensi sesuai kemampuan yang ada," tegasnya. (sgg)
Editor : A'an