SANGGAU - Masih tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau mendapat sorotan serius dari legislatif. Sebagaimana diketahui bahwa data yang dimiliki Dinas Kesehatan per 25 Mei 2024 total 179 kasus terkonfirmasi DBD dan tiga diantaranya meninggal dunia.
"Kita berharap kepada pemerintah daerah khususnya Penjabat Bupati Sanggau dan dinas terkait untuk melakukan tindak lanjut yang lebih komprehensif," ujar anggota DPRD Sanggau, Yeremias Marselinus, Selasa kemarin.
Menurutnya, menilik ke belakang, sepanjang tahun 2023 tercatat ada 400 lebih kasus DBD dan belasan jiwa meninggal dunia. Saat itu pemerintah kabupaten memutuskan untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Dirinya bersama anggota Komisi IV sejak tahun lalu telah menyampaikan agar pemerintah memberikan perhatian serius dalam penanganan DBD.
"Kita sudah mengingatkan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan DBD, agar tidak terulang lonjakan luarbiasa," ungkapnya.
Pemerintah, lanjut dia, sebagai representasi negara memiliki kewajiban melindungi dan memastikan hak hidup layak masyarakatnya. Karena harus ada tindakan dan upaya serius untuk menakan kasus DBD.
"Bukan sekedar berbicara tapi harus ada tindakan. Saya sarankan kepada Penjabat Bupati Sanggau menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk serius melihat persoalan DBD.
"Dinas Kesehatan juga harus segera mengevaluasi Kepala Puskesmas yang ada di kecamatan untuk menindaklanjuti soal DBD ini supaya tidak lebih parah," tegasnya. (sgg)
Editor : A'an