SANGGAU - Secara keseluruhan, pada 3 September 2024 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa pantauan terhadap hotspot di Bumi Daranante mencapai seribuan titik. Rinciannya, 126 hotspot berkategori tinggi, 805 hotspot dengan kategori sedang dan 69 hotspot kategori rendah.
"Kami menemukan 126 sebaran hotspot dengan kategori tinggi tersebar di beberapa kecamatan. Kami juga mencatat 805 hotspot dengan kategori sedang dan 69 hotspot dengan kategori ringan. Totalnya di Sanggau tercatat mencapai seribu hotspot," ungkap Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sanggau, Tri Dibyo, Rabu (4/9).
"Tingginya hotspot disebabkan adanya perubahan jadwal membersihkan lahan dengan cara dibakar. Seharusnya kan pada pertengahan Agustus, tetapi cuaca berubah dari panas menjadi hujan, sehingga jadwal bakar lahan dilaksanakan pada Bulan September. Ini yang memicu tingginya hotspot karena masyarakat memanfaatkan musim panas yang ada saat ini," sambungnya.
Tri mengatakan, BPBD Sanggau telah mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan untuk membuka lahan dengan cara dibakar agar tidak menimbulkan dampak polusi udara yang lebih besar dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
"Kami minta agar masyarakat melapor ke perangkat desa ditempat masing-masing. Atur jadwal membakar lahan jangan dilakukan serentak untuk menghindari kabut asap. Buat parit kecil untuk mengantisipasi sisa pembakaran merusak lahan yang lain," harapnya. (sgg)
Editor : A'an