SANGGAU - Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman mengingatkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan swasta untuk membantuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungannya masing-masing.
"Kalau berdasarkan syariat Islam hukumnya wajib, sehingga saya selaku Penjabat Bupati Sanggau juga mewajibkan kepada seluruh perangkat daerah Kabupaten Sanggau khususnya untuk membentuk UPZ," kata Suherman usai menghadiri acara sosialisasi dan pembentukan UPZ dinas/instansi/badan/perusahaan, Kamis (12/9).
Suherman mengungkapkan selama ini Baznas Kabupaten Sanggau telah banyak membantu program-program pemerintah daerah, baik penurunan stunting, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pemberian bantuan kepada fakir miskin dan masih banyak program lainnya.
"Tadi saya melihat ada OPD yang tidak hadir. Ini perlu keseriusan sehingga saya minta kepada OPD yang tidak hadir dan belum memiliki UPZ untuk segera menindaklanjuti apa yang sudah menjadi arahan," tegasnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sanggau itu berjanji akan mengawasi OPD yang belum membentuk UPZ di lingkungannya masing-masing.
"Nanti kita awasi. Saya akan minta Pak Sekda untuk mengkoordinir kembali OPD-OPD yang belum membentuk UPZ, tapi ada beberapa yang sudah, termasuk sekretariat daerah dan beberapa OPD lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sanggau, Hamka Surkati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau yang telah memfasilitasi dan mendukung terbentuknya UPZ di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, termasuk BUMN/BUMD dan perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau.
"Salah satu program kami di Baznas adalah berperan aktif menurunkan stunting. Hari ini ada 10 orang anak penerima manfaat dari program stunting. Kami juga nanti berbagai diacara paradjek untuk 30 orang anak yang stunting dan 30 orang lainnya untuk warga kurang mampu," ungkap Hamka.
Menurutnya, berbagai program Baznas Kabupaten Sanggau sebagai bentuk transparansi kepada Muzzaki (orang yang berzakat) yang telah mempercayakan infak dan sedekahnya kepada Baznas Kabupaten Sanggau.
"Perlu kami sampaikan, diakhir tahun nanti, kami sudah berkordinasi di lima kelurahan untuk program RTLH. Satu unit sudah siap kita rehab dan empat lainnya menyusul karena berkenaan dengan administrasi yang harus dilengkapi perangkat kelurahan atau desa," katanya. (sgg)
Editor : A'an