Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Selesai 2025

Miftahul Khair • Senin, 7 Oktober 2024 | 13:47 WIB

 

MINYAK MAKAN MERAH: Pekerja memamerkan produk minyak makan merah yang diproduksi oleh Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (14/3/2024).
MINYAK MAKAN MERAH: Pekerja memamerkan produk minyak makan merah yang diproduksi oleh Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (14/3/2024).

SANGGAU - Saat berkunjung di Kabupaten Sanggau, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ahmad Zabadi menyampaikan pengelolaan pabrik minyak makan merah dan pabrik kelapa sawit bakal sepenuhnya dikelola oleh Koperasi Anugrah Bumi Hijau (Koperabuh) dan pembangunan di Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu ditargetkan selesai pada tahun 2025.

"Pembangunannya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, karena yang dibangun bukan hanya pabrik minyak makan merahnya tetapi juga pabrik kelapa sawitnya yang memproduksi CPO," ungkap Ahmad Zabadi saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik minyak makan merah terintegrasi belum lama ini.

Menurutnya, pabrik kelapa sawit (PKS) yang dibangun memiliki kapasitas yang cukup besar sehingga membutuhkan waktu pembangunan yang cukp lama.

"Kalau pabrik minyak makan merahnya tidak lama, sebulan atau dua bulan sudah selesai. Tapi yang lama itu PKS-nya, karena kapasitasnya cukup besar yakni 15 ton perjam. Mudah-mudahan setahun kedepan sudah selesai," harapnya.

Terkait pembiayan, Ahmad Zabadi menuturkan bahwa pihak koperasi memiliki aset mencapai Rp200 miliar sehingga dianggap mampu membangun pabrik sendiri. Namun, pemerintah melalui Kementrian Koperasi juga bakal memberikan dukungan pembiayaan.

"Saya dengar pihak koperasi juga sedang membangun komunikasi dengan lembaga keuangan untuk pembiayaan. Dengan aset ratusan miliar yang dimiliki koperasi, saya yakin koperasi ini punya kemampuan mengundang lembaga keuangan dalam rangka pembiayannya nanti," katanya.

Dikatakannya, total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik minyak makan merah terintegrasi dengan pabrik kelapa sawit berkapasitas 10 ton perjam diperlukan lebih dari Rp35 miliar.

Keberadaan pabrik tersebut tidak hanya akan menghasilkan minyak makan merah tetapi juga produk turunannya seperti kosmetik, bahan baku sabun, bahan baku kesehatan untuk menurunkan stunting karena banyak mengandung vitamin dan sudah teruji di BPOM Republik Indonesia.

"Kalau produk turunannya ini juga dikelola oleh koperasi, saya yakin kesejahteraan petani akan meningkat karena harga TBS stabil di koperasi tidak terpengaruh harga luar," tegasnya.

Pembangunan pabrik minyak makan merah di Palem Jaya, Sanggau tersebut merupakan pabrik kelima di Indonesia. Sebelumnya Kementerian koperasi telah membangun empat pabrik di sejumlah daerah seperti di Deli Serdang, Pelalawan, di Musi Banyuasin dan Tanah Laut. Untuk tenaga kerja, bakal menyerap tenaga kerja cukup banyak, termasuk dari daerah setempat.

"Kalau pabrik minyak makan saja diperkirakan menyerap tenaga kerja sekitar 30an orang, belum pabrik kelapa sawitnya. Belum lagi pabrik turunannya, bisa lebih banyak lagi kan tenaga kerja yang bisa diakomodir," katanya. (sgg)

Editor : Miftahul Khair
#sanggau #Minyak Makan Merah