SANGGAU - Menyikapi semakin banyaknya mahasiswa lulusan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Pontianak (Polnep) di Kabupaten Sanggau, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Didi Darmadi berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau melakukan intervensi pada dunia usaha maupun investor untuk merekrut tenaga kerja dari lulusan PSDKU Sanggau.
"Saya pikir mesti ada kerjasama antara Pemkab Sanggau dengan perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Sanggau, baik BUMD, BUMN maupun swasta. Mungkin bisa melakukan intervensi untuk lebih mengutamakan putra daerah lulusan dari PSDKU Sanggau dalam perekrutan karyawan," ujar Didi, Jumat (18/10).
Menurutnya, sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) para lulusan, pemerintah harus memiliki program-program pelatihan kerja sesuai dengan jurusan yang dipelajari ketika para lulusan menempuh studi di kampus. Selain itu, di Kabupaten Sanggau juga mesti memiliki kelompok usaha pertanian dan teknologi yang melibatkan para lulusan tersebut.
"Tapi tidak hanya bergantung pada Pemkab semata, para lulusan juga mesti memperbanyak relasi dan gunakan teknologi informasi untuk mencari inovasi. Semoga ilmu yang sudah ditempuh selama ini menjadi dasar para lulusan untuk memasuki babak baru di dunia kemasyarakatan. Saya setuju dengan Pj Bupati Sanggau bahwa cita-cita menjadi PNS bukan tujuan yang saklek," terangnya.
Didi mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sanggau sebanyak 258.068 orang. Artinya ada banyak peluang usaha yang dapat dilakukan. Seperti misalnya, para lulusan akuntansi, dapat membuka jasa usaha ruang konsultasi akuntansi atau pendamping laporan keuangan untuk para wirausaha swasta.
lebih lanjut, para lulus teknik mesin, dapat membuka usaha reparasi online yang siap jemput bola, baik datang ke rumah maupun perkantoran. Lulusan teknologi pertanian, dapat membuka usaha dalam bidang agribisnis. Kemudian, para lulusan juga dapat saling bekerjasama. Lulusan akuntansi, teknik mesin dan teknologi pertanian bergabung menjadi satu dan membentuk kelompok usaha bisnis.
"Sebagai contoh, kelompok usaha petani muda yang menggunakan teknologi sederhana dengan menghasilkan produk pertanian yang higienis atau bekerjasama dengan petani-petani di daerah mengembangkan ekosistem produk pertanian yang memanfaatkan teknologi masa kini. Petani kita bisa maju dengan hasil pertaniannya dan para lulusan bisa terlibat di dalamnya," jelasnya. (sgg)
Editor : A'an