PONTIANAK POST - Pemberlakuan kebijakan full day school tahun ajaran 2025/2026 di seluruh sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Sanggau disarankan dilakukan bertahap.
"Kami mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sanggau melalui kebijakan full day school. Tentunya, diharapkan anak-anak bisa mendapatkan waktu yang lebih lama untuk fokus belajar di sekolah," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, Paulus, belum lama ini.
Menurutnya, di era globalisasi, anak-anak terlalu lekat dengan gadget. Dengan full di sekolah, paling tidak mengurangi aktivitas pribadi dan lebih banyak bersosialisasi. Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau tengah melakukan uji coba di sejumlah sekolah dasar dan menengah di 15 kecamatan. Pada tahun ajaran baru 2025/2026 sekolah lima hari akan resmi diterapkan.
Atas kebijakan tersebut, Paulus memberi saran sebelum kebijakan full day school diterapkan di seluruh sekolah dasar dan menengah, dinas terkait perlu memperhatikan kesiapan sekolah. Kemudian, kebijakan tersebut dapat diberlakukan secara bertahap, hanya untuk sekolah yang sudah siap.
"Pasti ada sekolah-sekolah yang belum siap. Perlu memperhitungkan kondisi geografis sekolah, fasilitas sekolah, kondisi sosial ekonomi dan pekerjaan orang tua siswa. Mungkin juga dinas pendidikan perlu melakukan sosialisasi lebih dalam hingga ke tingkat orang tua atau wali siswa. Sehingga kebijakan full day school dipahami oleh mereka," terangnya. (sgg)
Editor : Hanif