PONTIANAK POST — Sebanyak 39 kader Posyandu dari Desa Tanjung Bunut dan Desa Pedalaman, Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau mengikuti pelatihan bertajuk Program GEN SEHAT: Edukasi dan Pelatihan Interpretasi Penentuan Status Gizi (PSG) Balita, yang digelar pada Kamis, 1 Mei 2025 di Mamalam Center CSR PT Antam Tbk UBPB Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT Antam dan tim Program Gen Sehat dari Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak.
Pelatihan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan fokus utama pada peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi status gizi balita. Tujuannya untuk memperkuat peran kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tenaga medis profesional.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal para kader terkait materi yang akan diberikan. Selanjutnya, Indah Budiastutik dari Tim GEN SEHAT UM Pontianak menyampaikan materi teknis mengenai cara menginterpretasikan hasil pengukuran status gizi balita menggunakan grafik pertumbuhan anak, aplikasi WHO Anthro, serta aplikasi PSG yang tersedia untuk PC maupun Android. Setelah sesi materi, para peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi, diikuti dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, menandakan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan kader. Peserta juga menerima evaluasi pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tahap 1 hingga 3 yang disampaikan oleh Marlenywati dari tim UM Pontianak.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami berharap ada pelatihan lanjutan dengan tema berbeda agar kader semakin terampil dan memiliki wawasan yang luas,” ujar Yus, salah satu koordinator kader dari Desa Pedalaman.
Selain Marlenywati dan Indah Budiastutik, tim pelatih dari UM Pontianak juga terdiri atas Elly Trisnawati. Ketiganya sebelumnya juga telah melaksanakan pelatihan deteksi dini stunting di dua desa sasaran, mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala, serta pelatihan menyuapi aktif pada balita.
Indah Budiastutik menegaskan pentingnya peran kader dalam pembangunan kesehatan masyarakat, termasuk dalam kegiatan pendataan balita, pencatatan hasil pengukuran dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), plotting grafik pertumbuhan, konseling gizi, penyediaan PMT, hingga pelaporan data balita di posyandu.
"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas melalui penguatan kapasitas kader posyandu sebagai ujung tombak kesehatan desa," ungkapnya.
Koordinator Kader Desa Tanjung Bunut, Rena, menyampaikan apresiasinya kepada pihak CSR PT Antam Tbk UBPB Kalimantan Barat serta tim dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak. “Terima kasih atas kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya kader posyandu yang terus diberdayakan agar mampu menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya. (ash/ser)
Editor : Hanif